Tuesday, April 29, 2008

A Confession of A Show Director

Well, selamat datang di pengakuan seorang show director. Singkatnya, ini pengalaman pertama saya kerja di Divisi Acara. Kebetulan saya jadi Person In Charge kalo koordinatornya lagi gak ada, malah diangkat segala jadi co-koor. Mulai dari bikin konsep, mikirin tema, dress code, mikirin apa yang mau ditampilin, bikin rundown, jaga waktu, sampe ribetnya hari H.

HI-LITE (Hubungan Internasional for Long, Intimate, and Turning on Nite) : The Lite Side of HI merupakan malam keakrabannya HI UNPAD. Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyelenggara makrab adalah angkatan termuda di jurusan, wich means untuk tahun ini angakatan 2007-lah yang bertanggung jawab untuk menjadi panitianya. Well, kami-kami ini baru saja lulus SMA, minim pengalaman dengan ego yang masih sangat besar. Namun, dengan semua kerja keras, tawa, tangisan, keringat, hingga emosi yang tercurahkan, kami menjadikan Selasar Sunaryo pada 26 April 2008 menjadi berkilauan.

Sejak pertama mulai staffing buat acara ini, saya memang sudah memutuskan untuk masuk ke Acara. Alasannya jelas. Di Logistik, saya orang yang tidak suka teknis. Di Marketing, saya kurang bisa menjual. Di LO, saya bukan perempuan. Di Humas, malas dengan birokrasi. Di Keamanan, bisa jadi bahan tertawaan. Di Konsumsi, tertarik tapi tidak akan all out. Jadilah Acara menjadi tujuan saya, sekaligus lahan saya untuk belajar. Kebetulan Widhi, koordinator divisinya, menurut saya berpengalaman dalam ngebuat acara seperti ini. Secara, saya memang belum pernah bikin acara. Apalagi langsung ada di divisi Acara. Jadilah saya, untuk pertama kalinya, menjadi bagia dari sebuah kepanitiaan di kampus.

Tugas pertama divisi ini tentu aja mengodok konsep mentah (atau lebih tepatnya membuat konsep) yang sudah diajukan menjadi sebuah konsep yang jelas dan dapat diwujudkan menjadi sebuah acara dengan format gathering. Yang pertama muncul ke permukaan sebagai konsep adalah bahwa kita akan ngundang band yang formatnya bisa akustikan (atau yang tidak memainkan musik gonjrang-ganjreng), sehingga konsepnya adalah One Night With. Diterima oleh angkatan, terkendala oleh aturan.

Gagal dengan konsep pertama, konsep pun digodok dengan sangat cepat!! Kurang dari tiga jam..... Hasilnya, The White Side of HI, yang akhirnya berevolusi menjadi HI-Lite : The Lite Side of HI (yang dikarenanakan oleh penyesuaian nama, sehingga tidak terkesan satu warna). Kita juga bikin tagline donk, berasa film gitu, which is Colors Are Sparkling (yang mana awalnya takut salah presepsi dan membingungkan angkatan atas).

Lanjut ke tempat. Sempat bingung karena :
  1. Kalo bisa outdor
  2. Bisa nampung sampe 700 orang
  3. Bisa berkesan
  4. Bisa sewa seharian
  5. Sesuai budget!!!!
Pilihan pertama, Dago Tea Huis. Kelebihan, luas, murah, outdoor pisan. Kekurangan, bakal menggila dekor, secara tempatnya gak bisa dibilang udah manis aja gitu..

Pilihan kedua, Selasar Sunaryo Arts Space. Kelebihan, tempatnya udah cantik, luas, keren, outdoor. Kekurangan, budget....

So, we take SSAS. Tanda tangan kontrak, fixasi tempat, dan lain-lain bukan bagian saya. Bagian saya adalah bikin rundown. Well, disinilah saya memulai peran sebagai Show Director. Dengan hanya berbekal catatan yang diberikan LO, saya dan Widhi harus membayangkan flow acara yang bakal kita wujudin. Sesorean kita ngegodok semua materi yang udah siap untuk masuk ke rundown, sebelumnya nanti dipublish dan akan di fix menjadi master rundown. Makes some phone calls, arguing, some nicotin akhirnya mengantarkan rundown kita siap publish.

Setelah dipublish, ternyata untuk menjadikannya master rundown, negosiasi berlanjut. Sesi telepon pagi-siang-malam dengan LO, juga dengan pengisi acaranya, more arguing, more nicotin mengantarkan master rundown kita, yang siap menjadi sebuah show di SSAS 26 April-nya.... Saatnya menajdi seorang Show Director...

Untuk kamu yang akan menjadi SD, untuk pertama kalinya, seperti saya, here are some tips... :

Siap Menjadi Seorang Yang Jutek
Kalau kamu bukan seorang yang jutek, siap-siaplah untuk menjadi seseorang yang lain. Jutek dibutuhkan untuk menghadapi pengisi acara, panitia lain, atau pihak-pihak lain yang bener-bener ganggu. Bagi temen-temennya SD, maklumilah tuntutan pekerjaan ini!!!

Fashion Is Painfull
Ingat bahwa meskipun kamu yang membuat aturan dresscodenya, meskipun kamu mempunyai sejuta impian fashion yang ingin diwujudkan, meskipun kamu ingin kelihatan fashionable, ingatlah bahwa menjadi SD haruslah nyaman. Kamu akan sering lari sana sini, naik turun tangga, berkeringat, dan lain-lain yang akan membuat kamu berpikir berkian-kian kali untuk menggunakan sesuatu. Sangatlah tidak bijak untuk memakai kombinasi berikut, long sleve white shirt, grey chekker vest, grey trousers, a pet cap, and PANTOFEL.... Hal terakhir akan membuat kamu merasa pegal-pegal selama dua hari setelah acara. Pakailah kets....

Demikian pengakuan dan pengalaman saya. Ini adalah sebuah langkah baru, yang mungkin akan saya tekuni.. So, enjoy...


Regrads,

David


PS : Foto bagaimana saya setelah acara bisa dilihat di MP saya...



Friday, April 18, 2008

Duh, Hilang Deh

Well, saya sempet gondok aja gitu sama blogspot dan multiply ini. Jadi kemaren saya sempet ngebuat satu posting yang, sumpah, panjang dan meaning banget gitu. Sayangnya, pas proses ngesave and publish, something happen with the connection. So, postingan yang, menurut saya bagus itu, gak bisa di [posting...

Well, saya mau nonton Indonesian Idol dulu ah...

Sekalian memastikan bahwa koneksi sudah bagus kembali..

Friday, April 11, 2008

Hiatus atau Hibernasi ?

Terima kasih buat semua yang sudah rela untuk baca blog ini. Blog ini memang hanya sekedar tumpahan uneg-uneg saya, juga kadang-kadang emosi yang berlebihan, yang sifatnya privat sih. Tapi tetep aja, to share is one thing that I can do...

Maaf, kalo semenjak posting terakhir saya di Februari, saya jarang update blog ini. Banyak kerjaan jawabannya. Tugas kuliah, tugas di Hi-Lite, ikut PST DC UNPAD, PSM, dan lainnya membuat saya, terkadang, mampet ide, atau tidak ada waktu untuk sekedar mengetik. Kalo online sih jangan ditanya, hampir setiap hari. But, to write something, I need not only good mood but also good surrounding...

So, sampe semua urusan selesai, saya akan hiatus, atau hibernasi ya?

Yang pasti, saya berusaha banget untuk update sesering mungkin...

So, enjoy..

Tuesday, February 26, 2008

Menjadi 19


I'm 19 today.

Huhhhhfffff.

19... Menjadi 19 berarti harapan saya pada diri saya sendiri untuk menjadi seorang yang lebih bijaksana dan dewasa. Semakin besar tanggung jawab yang ada pada diri saya, semakin besar juga harapan orang-orang bagi saya.

So, selamat menjalani 19 Vid!


Next posting : 18 to 19... Coming very soon!!!

Sunday, February 24, 2008

Officially HIMA

Hohohohohohohohoho...

Jarang posting ya saya ini....

Langsung aja...

Kemaren, saya dan dua orang temen saya, Haekal dan Ieya, jalan ke bandung. Baru sampe di Alfa Rabbani, si Haekal dapet SMS dari kang Wirya, dia masuk HIMA HI, dep. Kajian. Saya pikir saya gagal. Ya sudah, emang bukan rejeki kali ya. Sempet bilang sama Haekal, kalo saya gak masuk HIMA ya saya akan fokus di PSM.

Beberapa menit kemudian, HP saya bergetar.

Ada SMS masuk, isinya sama dengan Haekal...

So, I'm, now, an official member of Departemen Kajian HIMA HI UNPAD.

Wednesday, February 20, 2008

Matahari... Itu kah saya???

You are The Sun

Happiness, Content, Joy.

The meanings for the Sun are fairly simple and consistent.

Young, healthy, new, fresh. The brain is working, things that were muddled come clear, everything falls into place, and everything seems to go your way.

The Sun is ruled by the Sun, of course. This is the light that comes after the long dark night, Apollo to the Moon's Diana. A positive card, it promises you your day in the sun. Glory, gain, triumph, pleasure, truth, success. As the moon symbolized inspiration from the unconscious, from dreams, this card symbolizes discoveries made fully consciousness and wide awake. You have an understanding and enjoyment of science and math, beautifully constructed music, carefully reasoned philosophy. It is a card of intellect, clarity of mind, and feelings of youthful energy.

What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.

Terima Kasih, Imran Ajmain…. Lagumu Menyadarkan Saya….

Rela ku menunggumu

Seribu tahun lama lagi

Tapi benarkah hidup ku kan selama ini

Biar berputar, utara selatan

Ku tak putus harapan

Sedia setia …

(Seribu Tahun – Imran Ajmain)



Pertama kali dengar lagu diatas, otak saya langsung merespon, kok saya banget ya… Menunggu dalam ketidakpastian gitu, malah cenderung mengharap tanpa usaha dan gak bergerak sedikitpun. Kedengerannya saya emang desperate banget kali ya… Mungkin juga sih.

Well, saatnya saya bicara jujur. Saya memang stuck dengan satu orang. Sejak kapan? Sejak SD. Silakan bilang saya gila. Silakan bilang saya irrasional. Tapi emang itu yang terjadi. Saya gak menutup hati buat orang lain (baca : cewe lain). Tapi ya begitulah, dia seaakan sudah menjadi blue print dari seorang perempuan idaman.

Sempat berusaha menjalin hubungan dengan yang lain, jadian (yang bodohnya hanya untuk menghibur diri!), hanya pdkt, males nyatain, hingga yang akut, ingin menunggu dia. Semua itu sakit. Sekarang, saya baru sadar, semua itu sia-sia. Udah saatnya saya move on. Kalau memang dia, ya nanti juga akan ketemu.

Sekarang saatnya untuk tutup buku lama. Nyadar kalo saya belum pernah bener-bener jadian. Kapan lagi kalo bukan mulai hari ini. Anggap aja saya belum pernah pacaran. Kalo naksir sih…sering banget. Anggap aja ini sebuah permulaan.


Dan, untuk semua itu, terima kasih untuk Imran Ajmain yang lagunya membuat saya melek. Bahwa meskipun saya rela untuk menunggu, tapi waktu tetap berlalu dan apakah mugkin saya akan begini terus.. Yang sekarang jawaban saya mantap ‘tidak’.



FYI, Imran Ajmain adalah penyayi asal Singapura. Lagu-lagunya enak banget, R&B dan Pop gitu. Lagu ‘Seribu Tahun’ ada di albumnya ‘Dengan Secara Kebetulan’. Di Indonesia ada gak ya…

Sekian aja…



Adakah engkau yakin

Ini CINTA

Adakah engkau pasti

Ini tuk selama-lamanya....

(Seribu Tahun – Imran Ajmain)





PS: Siapa yang membuat saya stuck? Terka sendiri…

Tuesday, February 19, 2008

Sedang Tidak Mood


Mungkin, lagunya Queen Latifah yang judullnya Moody's Mood For Love tidak cocok buat saya hari ini. Gak tau ya, dari tadi pagi bawaannya bete melulu. Dari mulai bangun, mandi, baca koran online, ke kampus, nunggu dosen, rapat, kuliah, makan, ngobrol sama temen, ambil duit, jajan, pulang ke kosan, online lagi, tiduran, sampe sekarang pun masih aja gak mood.

Apa ini gara-gara saya yang mikirin sesuatu?

Apa ini gara-gara udah lama gak nonton?

Apa ini gara-gara quiz tadi?

Apa ini gara-gara koneksi yang gitu deh?

Apa ini (hanya) gara-gara saya masih sendiri?

Tak tahulah. Yang pasti, I'm not in the mood today.

Wish tomorrow will be better!!!!

Sunday, February 17, 2008

A Good Quote..

Cuma mau nulis quote dari bukunya Paulo Coelho yang The Alchemist. Quote ini sangat bermakna buat saya, dan bener-bener bagus..



"Dan, ketika kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membntumu meraihnya."


Berarti sesuatu untuk kamu ??

Sunday, February 10, 2008

Have Fun...

Tebak di mana???

Dua kata dan gambar di atas itu cukup menggambarkan gimana saya kemaren.. Lots of fun, with my beloved friends, and not thinking about the hell IP and other things. Pokoknya kemaren adalah bersenang-senang.


Bersenang-senang itu perlu, kawan. Secara selama ini kita udah didera dengan segala macam permasalahan kuliah. Mulai dari tugas-tugas yang menumpuk hingga ujian yang kayaknya gak ada habisnya. Sebagai mahasiswa yang emang niat kuliah (cie!!), saya baru bisa maen-maen ampe gila kalo udah gak ada kuliaha atau libur. Kebetulan minggu ini emang saya lagi gak kuliah, libur semesteran gitu.


Sebenernya liburan semesterannya sih udah lama.. Dari kapan taun deh. Saya juga di Bandung (atau tepatnya di Jatinangor!!) udah hampir semingguan juga. Tapi, setelah mengurus KRS, KKS, dan lainnya (disertai panik yang gak ada habisnya gara-gara transkrip ilang!!!), tibalah saatnya untuk bersenang-senang..

Perjalanan kali ini emang udah diniatin banget... Udah diomongin dari sebelum semuanya pada mudik. Rencana awal, mau ke Garut.... Gila kan.. Kata si Khairul sih, sekali-sekali ini. Berubah beberapa hari sebelum hari H, mau ke Ciwidey.... Pertamanya sih saya ragu-ragu ama tujuan kali ini. Kan kita perginya hari Sabtu tuh, trus malemnya kita punya kewajiban buat cari dana buat proyek yang lagi dikerjain... Akhirnya, tujuan dialihkan ke Tangkuban Parahu dengan rencana malem udah ada di Dago.. OK aja sih saya mah..


Eh besoknya, saya dateng pagi ke Alfa gerbang setelah ditelpon seorang teman. Ketemu Dian, Khairul, Mabrur. Akhirnya sarapan nasi kuning dulu ama anak-anak. Ketemu Nabila sama Iffa. Dan ternyata sodara-sodara... tujuan kita hari ini adalah Kawah Putih, which is ada di CIWIDEY... Sempet kaget dengan perubahan lokasi yang amat mendadak ini, Khairul ngasih tahu saya kalo ngamen apa enggaknya kita nanti itu tergantung dari anak-anaknya, kalo capek ya gak aja gitu.. OOOOOoooooooo, gitu... Saya sih ok-ok aja...


Dan dimulailah perjalan yang sangat menyenangkan (dan juga menggila itu), Jadinya saya semobil dengan cowok-cowok lainnya, kecuali Ghulam dan Billy, yang harus nyupir dan juga bertanggung jawab di mobil yang satunya. Sempet ngejemput Bima di Soekarno Hatta, berhenti sebentar di Griya, langsung deh kita ke Ciwidey.. Sampe di Ciwidey, saya sempet dengan odongnya nanya, emang Kawah Putih di Ciwidey ya...??? Yang hasilnya adalah teriakan menggila dari seisi mobil..

Sampe di Kawah Putih, kita harus adaptasi badan dulu dong dengan dinginnya daerah sana yang emang gila-gilaan gitu. Bajigur jadi supply hangat ke dalam tubuh. Gilanya, Mabrur sama Irul, entah apakah mereka lupa atau gila, pake celana pendek. Saya yang udah berlapis lemak alami, pake syal, sama jaket, tetep aja dingin. Gila mereka itumah..

Kedinginan Melanda Jiwa (duh bahasanya)

So, Kawah Putih. Spot yang bagus untuk foto. Jadinya ya jiwa narsis kita semua terpuaskan, terutama saya kali ya.... Sempet berapa jam cuma buat foto-foto, akhirnya kita semua merasa kalo udara udah jauh semakin dingin. Sempet Sholat dulu, dengan air wudhu yang dinginnya enggak banget, akhirnya mulai jalan lagi.

Narsisme tetap jalan atuh...

Next, Kebun Stoberi. Masih di Ciwidey. Yang niat ke sini cuma beberapa orang (Iffa, Nabil, Ayu). Yang lain mah tetep aja poto-poto gak jelas atau cuma istirahat. Tadinya sih saya niat mau beli strawberry, karena keliatannya sih enak. Gak taunya??? Asem.... Gak jadi deh..

Ini strawberryku, mana strawberrymu???

Pulangnya giliran rumah Bima yang disantronin. Alasan, sholat sama mau istirahat sebentar. Alasan utama, mudah-mudahan dikasih makan... Huahuahua... Tapi, makasih buat Mama ama Ayahnya Bima, yang udah mau nerima segerombolan mahasiswa yang kelaparan dari desa Jatinangor ini... Makasih sekali lagi...

Akhirnya, pulang. Tujuannya, udah pasti, Jatinangor. Ternyata menghilang sejenak saja dari hiruk pikuknya Jatinangor, dengan segala kedinamisannya sebagai kawasan pendidikan emang dibutuhkan. Kapan-kapan boleh lagi kok. Tidak menyesal, malah memberikan sebuah kepuasan..

Tujuan berikutnya, Tangkuban Parahu mungkin?


Btw, apakah suara saya mirip Tompi??? Makasih buat Adit, adeknya Bima, yang udah mau berkata jujur tentang itu.. Hwakakakkakakaka....

Saturday, February 09, 2008

Akhirnya... Kembali...

Setelah seminggu lebih saya pulang ke kampung halaman, akhirnya saya kembali juga ke Jatinangor. Sebenernya, saya udah ada di Jatinangor dari hari Minggu kemaren, buat ngurusi KRS dan lainnya. Tapi karena lagi males aja, saya belum sempet posting apa-apa.

O ya, sekarang saya gak usah repot-repot cari warnet atau ke tempat free hotspot, karena apa??? Karena kosan saya udah pasang internet sendiri, jadinya saya bisa lebih leluasa ngepost, online di FS, download, dan juga . . . Ah sudahlah, yang satu itu tidak usah dituliskan... Hehehe..

Hari ini sih rencana mau jalan-jalan ama temen-temen. Rencananya sih ke Tangkuban Parahu. Duh, serasa jadi siswa dasr SD mana gitu yang studi turnya TP... So, mungkin nanti malem bakal saya upload foto-foto beserta ceritanya, itu juga kalo jadi...

Enjoy the day ya...

Wednesday, January 23, 2008

Jatinangor, Ku Tinggalkan Sebentar

Current listen : Semenjak Ada Dirimu (Andity)


Well, setelah UAS yang mendera, rapat yang berlarut-larut, it's time to holiday...


So, HI UNPAD.... HAPPY HOLIDAY....


Ketemu di Semester Genap 2007-2008.....


Dengan semangat baru, mata kuliah baru, dan pikiran baru...


Selamat Pulang Kampung...

Switch to : Home (Michael Buble)

Sunday, January 20, 2008

Sahabat, Teman, atau apasajalahitunamanya



Current listen : We Are Family (Dreamgirls Soundtrack)


Tergelitik untuk membuat tulisan ini setelah beberapa malam yang lalu seorang temen sms saya ketika saya lagi berusaha keras untuk tidur. Insomnia yang sering kambuh akhir-akhir ini memang sudah tidak bisa ditolerir lagi, jadi saya memilih untuk tidur cepat. Di saat mata ini lagi berusaha banget buat merem, otak udah prepare buat sleep-mode, eh ternyata ada SMS masuk. Bangun, untuk melihat SMS siapakah itu. Takutnya orang rumah yang SMS.

Ternyata SMS itu dari seorang teman saya, baru kenal ketika saya mulai kuliah. SMS nya isinya Friend Test. Bukan, ini bukan semacam Friend Test yang ada di Friendster. Dia ngajuin pertanyaan seputar kapan pertama kali ketemu dia, first impression, sifat dia, dan apa saran buat dia. Akhirnya, saya cepat-cepat membalas SMSnya, dia tipe orang yang akan sangat menghargai teman yang membalas SMSnya. Tapi kok abis saya balas itu, saya jadi tiba-tiba going blue ya. Keinget sama satu kata, sahabat. Keinget sama satu kata lagi, teman. Akhirnya saya tidak jadi pergi tidur dan memutuskan untuk sekedar berpikir.

Teman, semua orang butuh teman. Saya juga. Sejarah hidup saya telah membuktikan bahwa banyak orang-orang yang bisa dikategorikan teman di sekitar saya. Mulai dari teman main, teman sekolah, teman les, teman nongkrong, teman kerja, tempat kuliah hingga teman maya yang saya tau di blog maupun Friendster. Teman-teman yang saya miliki tau saya dan saya tau mereka. Teman, kalo menurut saya ya just that, hanya sekedar tau, sekedar kenal, tau sedikit-sedikit, dan tidak melibatkan emosi dan pikiran yang lebih.

Saya, menurut saya dan teman-teman saya, adalah orang yang lumayan supel. Saya gampang untuk membuat hubungan pertemana dengan siapa saja, kapan saja. Even, di sebuah pemilihan Siswa Teladan yang super tegang-pun, saya masih sempat untuk mempuat sebuah koneksi pertemanan. Entah pertemanan itu nantinya difollow-up jadi sebuah koneksi lanjut atau hanya sekedar basa-basi belaka atau mungkin malah menjadi semakin tidak kenal, ya urusan nanti. Pokoknya, saya suka untuk berteman.

Nah, untuk kategori sahabat ini yang rada susah. Menurut saya sih, sahabat itu pasti ada emosi yang ikut dihubungan tersebut. Bukan emosi suka atau cinta sih. Lebih ke arah perhatian, respect, hingga rasa saling memiliki satu sama lain yang kuat. Beberapa teman bisa menjadi sahabat yang baik, menurut saya. Namun, beberapa orang yang saya anggap sahabat, mungkin hanya bisa dijadikan sekedar teman biasa saja.

Untuk masalah sahabat, setiap fase di hidup saya memiliki kisahnya sendiri. Ada sahabat-sahabat yang hingga sekarang masih menjadi orang-orang yang tidak akan saya lupakan, selamanya. Ada yang hilang dan saya ingin membangun persahabatan itu lagi. Hingga ada yang mungkin hanya cocok sebagai teman saja.

Mungkin, seingat saya sih, sahabat pertama saya bernama Evo, lengkapnya Evodious Caesar. Dia adalah salah satu teman TK saya. Mulai dari teman main di TK hingga akhirnya saya dan dia, ternyata, satu SD. Bedanya saya di Assalaam II, dia di Assalaam I. persahabatan itu berlanjut karena persamaan hoby dan lain-lain. Sayangnya, karena jadwal sekolah yang tidak sama, ya begitulah…

Sahabat saya yang lain, Dea. Diani Nurkania, atau yang sering dipanggil mami, adalah sahabat saya mulai kelas 4 SD. Berawal dari teman satu kelas, satu ekskul, satu tempat les, hingga akhirnya saya sering main ke rumahnya. Orang tuanya tau saya. Orang tua saya tau Dea. Dialah tempat curhat-curhatan saya. Tempat saya, kadang-kadang, bisa menjadi saya apa adanya. Bukan saya yang selalu rangking satu. Bukan saya , yang katanya, favorit guru. Sayangnya, saya sudah lama tidak berhubungan dengan Dea. Terakhir ketemu ya di SD, saya pindah dan tidak ada lagi kelanjutannya. I miss her so much. Kabar burung terakhir sih dia di Parahyangan, tapi gak tau juga deh.

Di SMP, saya mungkin tidak punya sahabat. Teman sih banyak, banget. Gak tau aja ya, saya merasa gak cocok sama mereka sebagai sahabat. Mungkin ada seorang teman saya yang deket sama saya, tapi ya gitu saya masih suka kesendirian. Cultural shock juga sih faktornya. Ternyata Pekalongan beda dengan Bandung. Cara berpikirnya serta cara menghadapi sesuatu.

Barulah di SMA saya punya seorang sahabat lagi, malah bukan seorang. Di kelas satu, ada Romy, Febri, Oky, dan Icha. Kami menggila. Kamilah orang-orang pojok yang selalu menggila. Kami saling berbagi. Sayang kelas dua kita pisah. Oky di IPA 1, Febri di IPA 3, Romy di IPA 4, Icha di IPA 6. Saya sendiri di IPA 2. Sampai sekarang kita masih saling berkomunikasi, via FS, via SMA, atau ketemu pas liburan. Icha, Oky, dan Febry di Semarang, Romy di Bogor, dan saya terdampar di Jatinangor.

Dan inilah puncak dari fase persahabatan saya. Orang-orang yang menurut saya irreplaceable di hati saya. Mereka smart. Mereka respect. Mereka peduli. Mereka gila. Dan kami adalah satu. Teman-teman menjuluki kami AK 47. Selau duduk di dua baris terakhir sayap kiri. Berawal dari satu ketidakcocokan dengan seseorang. Awalnya hanya berempat. Saya ikut pindah ke belakang, merasa baris depan bukan habitat saya. Dua orang lagi masuk. Kemudian tambah satu lagi. 2 cewe 6 cowo. Beberapa bilang kami eksklusif, padahal ngak juga. Sona, Tika, Erwin, Eko, Ardy, Pram, Zay, dan saya. Kita saling terbuka dan berbagi. Tidak ada yang saling ditutupi. Saling membantu, termasuk di ujian. Kita menggila, hasilnya satu lagu yang kita jadikan hadiah ulang tahun buat teman kita. Lagu yang bener-bener hasil kerja kita.

Sekarang, saya kangen mereka. Sedih banget pas terakhir kita harus pisah. Saya peluk mereka. Saya men angis. Keinginan kita Cuma satu, suatu saat nanti AK 47 ada lagi, anak-anak kami, mudah-mudahan, menjadi kami. Sona dan Pram di UNDIP. Eko, Zay, Tika di STAN. Erwin di Duta Wacana. Ardy di Atmajaya Yogya. Saya di UNPAD. Yang bisa saya bilang sekarang, I really miss them. Dan air mata mulai keluar dari mata saya . . . .

Lalu sekarang? Mungkin saya masih dalam tahap pencarian siapa sahabat saya berikutnya. Saya harus nyaman dulu dengan mereka. Untuk teman bertukar pikiran juga teman menggila sih ada banyak. Ada Haekal, yang satu pikiran sama saya, hidup UNIVERSALITAS ya kal!!! Ada Irul, orang pertama yang saya kenal di HI UNPAD. Ada Ieya, Ayie, Bima, Gheo, Dhani, Okie, dan segudang nama lainnya. Dan saya masih berharap, di fase hidup saya ini, sahabat akan selalu ada, selamnya.


Switch to : Still There For Me (Corbin Bleu and Vanessa Hudgens )

Sunday, December 30, 2007

Rencana... Rencana...

Well, udah cukup lama ya saya gak ngepost sesuatu di blog ini.. As you know, it's year end holiday. But now, I'm in Jatinangor, working on my final task in PIP (Yaiks, this subject again), spend my time by watching movie (Jatos 21, I LOVE you!!!). Pokoknya, (gak) quality time banget deh..


Sebenernya sih saya banyek rencana yang (sebenerny) harus di kerjain sekarang-sekarang ini.. Ada yang emang udah deadline, ada yang gak deadline tapi emang penting banget bagi kehidupan.... (duh bahasanya!!) Tapi, belum ada progress yang keliatan dari sekian banyak rencana yang udah gue rencanain... Sebenernya, apa aja sih rencana seorang mahasiswa-narsis-nan-ganteng ini...


First, my Tugas Akhir for PIP... Yup, tugas yang seharusnya udah mulai di pikirkan dari kapan taun.. Tugas ini punya deadline tanggal 3 Januari 2008. Bapak dosen, yang sering menjadi pembicaraan top diantara anak HI, minta 25 lembar dari minimal 20 referensi (anything!!). Tugasnya telaah politik kontemporer. Saya milih bahas sosialisasi dan pengaruh politik dalam keluarga, khususnya dalam pasangan suami istri. Ya, gampang-gampang susah sih bahasnya. Contohnya bisa diliat dari Clinto, Gandhi, Krichner, juga Peron. Tadinya tugas ini, gosipnya, deadline tanggal 27. Ternyata diundur... Thanks good but damn!!! Saya harus pulang lebih cepat dari kampung halaman demi tugas mulia tersebut... Kalo dalam hitungan orang rajin sih harusnya itu tugas udah jadi. Tapi, berhubung virus males dan lagi gak ada mood menyerang, tugas itu sudah jadi......satu halaman. So, pada saat nanti New Year Eve, teman-teman saya akan hura-hura, saya akan bercinta dengan TA saya... Huauauauauau (ketawa setan!!!!)


Second, my CV an LoI for Unesco Indonesia. Deadline 31 Desember 2007. Progress, CV tinggal bagian Achievements dll. LoI, udah ada.... Hahahhahahah... Gak tau ya, saya lebih interest ke sini daripada tugas kuliah saya itu...


Third, decorate my room.. Ini sih gak ada deadline. Pengennya sih ngebuat saya cozy di kosan yang rencananya akan saya huni tiga tahunan lebih sedikit ini... Pengennya, cari karpet. Biru muda, tebel, alus, fluffy.. Katanya sih di King's ada yang jualan karpet.. Tapi ke King'snya belum sempet... Trus pengen cari bantal lante yang gede... Glow-in-dark yang bintang-bintang... Pokoknya banyak lah...


Fourth, baca buku di bacabuku... Gak ada deadline... Nyatanya, ampir setiap hari saya menyambangi tempat yang saya klasifikasikan buat tempat-pewe-untuk-menghilang-sementara-waktu... Huhuhuhuhuhu...


Fifth, nonton Ugly Betty sama Desperate Housewife di DVD... Belum ada DVDnya nih... Pengen beli, tapi lagi seret duit.. Tadinya sih pengen running DVD ini pas malem taun baru. Tapi kayaknya saya pas malem taun baru harus bercinta dengan TA, dipending dulu aja kali ya...


Itulah beberapa rencana-rencana saya akhir-akhir ini....



Apa rencanamu????




David, yang lagi dipusingin TA





PS : Saya udah pasang chatbox.. Monggo diramein...

Saturday, December 08, 2007

Mencoba Hemat

Gak tau kenapa saya pengen aja nulis ini! Mungkin karena saya sekarang mahasiswa yang harus (mulai) me-manage uang sendiri? Mungkin juga karena jumlah rupiah di tabungan saya mulai menipis dan saya ingin sekali menangis? Atau mungkin karena sekarang merasa bahwa hidup dengan orang tua, dengan segala bantuan finansialnya, itu ternyata enak, meskipun gak sebebas sekarang?

Intinya, ayo berhemat!

Ya, saya akui saya termasuk orang yang boros. Setiap ambil duit selalu gak dipikir tinggal berapa. Selalu laper mata kalo ngeliat sesuatu yang menurut saya bagus. Laper mata karena makanan enak. Selalu mau ngebayarin dulu. Dan selalu menggila kalo belanja.

Tapi, itu dulu… Ummm… Sekarang juga masih begitu sih, cuma dengan kadar yang dikurangi tentunya. Kalo dulu, dengan uang belanja ortu, bisa enaknya beli Pocari Sweat berkaleng-kaleng, skarang mikir lima kali di depan aisle supermarket. Kalo dulu, dengan uang mingguan dari Ibu, bisa seenak udel beli majalah mingguan (yang sebenernya ternyata kurang guna), sekarang lebih memilih untuk tau gaya lewat cara lain. Kalo dulu, dengan ortu yang selalu bisa dimintain dokunya, belanja bulanan dan juga beli baju-jeans-bikin-baju-yang-gue-mau itu lancer, sekarang harus mulai menimbang untung ruginya.

Sebenarnya, uang yang diberikan ortu sebagai uang hidup saya memang lebih dari cukup. Tapi, berhubung saya baru menjalani kehidupan yang sebenarnya ini, saya masih keteteran untuk segala masalah finasial. Maklum, dulunya saya ya.. kayak gitu.

Saya sih bukan termasuk mahasiswa hedon-hura-hura-sebab-orang-kaya, cuma belum bisa aja memanage uang segitu dengan baik dan benar. Masih suka gak jelas keluar masuknya.

Dan sekarang sudah : “ Ya ALLAH, buatlah hambamu ini orang yang menghargai sesuatu. Jadikanlah saya bijak dalam menggunakan apa yang telah Engkau berikan. Sadarkanlah bahwa saya orang yang berun tung, di mana masih bayak mereka yang kurang beruntung diluar sana. Dan semoga, dengan apa yang Engkau berikan, bisa membawa manfaat, dunia akhirat, AMIN.”

Anda setuju?

(Kosan, 19-11-07, 23:11, dengan keadaan hanya dua-puluh-lima-ribu-rupiah di dompet)

Saturday, November 10, 2007

Beban Hati...

Kala hidup ini terasa berat…

Entah mengapa hanya ada kamu di memori otakku

Dari bermegagiga byte ingatan

Dari puluhan tahun rekaman video kenangan

Dari sejuta nama yang ku ingat

Ketika otak memaksa hati untuk meingatmu

Mengigat apa yang pernah kita lalui bersama

Atau hanya mengingat fantasi belaka

Hati ini tak bisa berontak

Sebenarnya, kamu membuat hidupku semakin berat

Se ma kin be rat

S e m a k i n b e r a t

Adakah cara membuatnya ringan?

Meringankan hidupku?

Hingga memngingatmu bukanlah menjadi beban?

Ada!!!!

Bisik ruang hati yang paling dalam…

UNGKAPKAN CINTAMU

Maka hidupmu akan semakin ringan

Karena beban yang selama ini kau pedam sudah tertuntaskan

Apapun jawabnya, bebanmu kan hilang…


(Beban Hati, Kosan, Upload di Tisera, 4-10-07, 15:25, mengenang dia)

Sunday, September 30, 2007

Awalnya Saya Minder

Buat kamu-kamu yang kuliah di kota besar dan berasal dari kota kecil, I mean benar-benar kecil (gak adaMc Donald's apalagi J.Co), pastinya kamu mengalami cultural shock. Ya, semacam kebingungan dengan budaya kota hingga akhirnya kamu ngerasa minder dan ngejudge diri kamu sendiri bahwa kamu gak akan bisa ngikutin mereka atau berteman dengan mereka. Pernahkah?



Saya mengalaminya!! Meskipun saya pernah tinggal di Bandung dan tau gimana gaulnya anak Bandung, tapi itu 6 taun yang lalu. Ketika BSM belum ada. CiWalk belum ada. Masih ada Sultan Plaza yang ada tempat maen yang gede banget itu. Dan tentu saja Bandung belum seperti saat ini. Nah, culture shock yang saya rasakan bukan karena Bandungnya, tapi lebih karena temen-temen saya.




HI UNPAD bisa ibaratkan seperti sebuah melting pot. Semua jenis mahasiswa ada di sini. Mau yang kayak gimana ada deh... Nah, ternyata banyak anak-anak Jakarta juga di sini (hai, Kahirul!.. hai, Fahmi!...). Pertama saya tau banyak anak yang seharusnya menggunakan jaket kuning datang dan menginvasi ke Jatinangor dan akan menghabiskan waktunya sekitar 3 sampai 4 tahun di sini, saya langsung minder.


Pastinya, di banyak pikiran orang, Jakarta merupakan pusat segalanya. Pusat negara kita tercinta ini. Pusat segala gaya yang akhirnya dicontek dengan biadab oleh anak-anak hingga anak muda di seluruh negeri ini. Nah, untuk masalah gaya da otaklah saya sempet minder setengah mati.


Dalam pikiran saya yang paling dalam sih, anak luar kota, terutama kota besar itu :



  • Pinter


  • Gaul


  • Punya gaya yang oke banget


  • dan tentu saja, bakal sangat beredar di kalangan calon diplomat cewek.... Hahahhahaha

Semua yang ada dipikiran saya itu akhirnya memuncak menjadi satu kesimpulan : bahwa saya akan sangat susah menjadi teman mereka, bahwa mereka akan susah menerima saya. Intinya, saya minder akut, sumpah!


Ternyata, apa yang menjadi asumsi saya selama ini, tidak terbukti. Terima kasih buat Khairul, salah satu sahabat saya sekarang, yang telah memutar balikkan pikiran saya mengenai anak-anak dari kota besar. Ghulaam juga deh, secara dia ada di sebelah saya dan memaksa untuk dimasukkan!!! Mereka tidak seperti yang saya khawatirkan. Mereka baik dan menerima saya apa adanya.

Impresi saya mulai berubah ketika mengantri di Dipati Ukur untuk Medical Check Up. Itulah pertama kalinya saya bertemu dengan MaBa Hi 2007. Saya bertemu Bima, Aya, dan lain-lain, meskipun mereka belum kenal dengan saya. Kenapa Khairul yang merubah impresi saya terhadap anak Jakarta?

Saya menyapa dia. Menanyakan hal-hal umum. Dia sms-an. Dia pinjem pensil. Setelah itu, setiap ketemu (di Graha Iwa K, di Jatinangor) dia yang selalu nyapa saya duluan....

Hal itu aja udah ngebuktiin kalo mereka tidak seperti yang saya pikirkan...

Well, sekarang saya sudah mulai merasa nyaman di sini...

Tuesday, September 11, 2007

Well, It's time to change!!!

Gue nulis blog ini di Jatinangor, di warnet deket kosan gue, dengan bujet yang low banget, dengan bayang-bayang tugas PIP yang menumpuk...

Gue mau ngucapin selamat datang di dunia kampus, di manapun itu... Selamat menjadi dewasa.... Selamat menemukan hal baru...

Well, gue sempet minder aja gitu sama temen-temen gue. Secara gue anak daerah, ya ngerasa gimana gitu. Lagipula gue sangat ngeliat mereka itu keren sekali... But, dengan usaha bersosialisasi yang bagus (cie!), gue udah merasa diterima dan comfort dengan temen-temen gue di sini...

Mereka gokil, mereka gila, mereka beda dengan my beloved friends di Pekalongan dulu...

Sejauh ini sih ada beberapa oknum yang sehati-sejiwa-segokil gue disini... Tapi, gue tuh jadi kayak paling alim deh... Well, gue gak se'berpengalaman' mereka deh... Heheheheha.... Ya, gue nimba ilmu deh...

Nah, the focus of this one is.... It's time for me to change something... Gue udah gak bisa manja lagi sama orang rumah. Gue harus bisa mandiri.... Ya gitu-gitu juga sih....

So, intinya.....

GUE UDAH KULIAH....

Saturday, August 04, 2007

Congratulation, Jawa Timur.....You're Miss Indonesia Universe 2007...

Well, sebelum postingan resmi saya mengenai SPMB (yupz!!!), gue dengan bangga dan gendengnya mau ngereview PPI 2007.....

Dan yang ada dalam pikiran gue tadi
malem adalah, wow AMAZING.... Sempet under estimate sama SCTV, secara AMI aja ancur, but last night they make that very well...

Opening scenenya oke, setipe lah sama MU 07, national ostumes gitu.... Kalo secara shoot sih bagus dulu pas di Indosiar, taunnya Nadine, bajunya juga b
agus dulu... Tapi ini gak bertele-tele kayak taun kemaren!!!

Opening Dance, paling keren deh daripada yang dulu-dulu.... Ini koreografi paling okkkeeehhhh dehhhhh..... Jai gak lama, dan tuh finalis serasa model.... Tapi kok agak ganggu ya VO nya..... Taun depan ilangin deh..... nah, Ferdi Hassan ma Nadya tuh ngapain coba muncul, gak ngomong, terus balik lagi....

Night Gown Presentation, keren juga, gak kayak taun kemaren yang lama sangaddd, sampe Oom Christopher ngulang nyanyi terus... taun ini udh diantisipasi dengan lagu yang mid but still classy, juga jeda tengah yang baik... Salut buat kang Yovie....

National Gown Top 5, nah ini masalah klasik.... Musiknya sih oke.... Pungky yang nyanyi....Cuma gak ribet tuh finalisnya.... Gue sangka Jateng bakal kesrimbet and jatuh......

National Gown Top 3, gorrrrjessssss!!!!!

Buat panggung, udah top dah.... gak ribet and international taste...... Musik OK.... Cuma lighting kali yang perlu lagi, biar drama banget gitu...

Dan akhirnya, setelah pageant yang bejibun iklnannya, and ampe tengah malem....

Congratulation buat Putri Raema
wasti, Jawa Timur....




Kamu adalah Puteri Indonesia 2007.....

Jangan buat kami maludi Miss Universe...

Be te we, tadi malem ada lagu theme nya PPI ya....

Monday, July 09, 2007

Kata mereka saya narsis...

Well, beginilah kerjaan orang yang gak punya kerjaan... Tapi, karna gue dalam status 'tidak diakui oleh institusi pendidikan manapun', blog gue ini jadi keurus. Secara dulu mah mana sempat gue dua hari sekali update kegokilan yang selalu menyertai gue ini....

Tapi neh, Sabtu kemaren gue sempet dateng ke institusi yang dulu sempat mengakui saya itu, buat sebuah keharusan sebagai seorang yang sudah dinyatakan lulus..... Ya, betul sodara-sodara... Saya dateng cuma buat cap tiga jari..... Dan ngomong-ngomong cap tiga jari, kenapa selalu yang dicap tuh tiga jari tangan kiri, kenapa gak tangan kanan? Kenapa gak jari kaki?

Nah, selain buat cap tiga jari yang sangat penting itu, gue ke sekolah tentunya buat gila-gilaan juga dunk ama temen-temen yang, sumpah, udah jarang ketemu itu.... Ya, ngebahas gak penting lah.... Ketemuan ama AK47 (YUPZ, my band, also my beloved bros and sists, yah meskipun gue cuma backing vocal, tapi kan gue juga composer...), ngerencanain kapan latian lagi, hahahahihihi, ngegosip, ngomongin gak penting... Sampe salah satu Miss Garing ini, Banad, dateng.... Dia dateng udah bawa-bawa buku gambar aja gitu, what the hell is the book gonna be?? Ternyata eh ternyata, tuh buku katanya mah mau dipake buat buku kenang2xan gitu buat diana... Ya sudahlah, naluri sebagai orang penting muncul juga....

Yah, ketika yang lainnya hanya menghabiskan sedikit halaman buat tanda tangan and tulisan lainnya, gue dengan edannya menghabiskan satu halaman fuul, hanya untuk tanda tangan gue, alamat e-mail guue yang bejibun, serta dua alamat blog gue, dan gobloknya lagi kata-kata yang enggak perlu gue tulis sebenarnya. Dan semua itu dilakukan di depan shabat sekaligus my jazz guru, ErLangsung aja deh dia ngoming sesuatu yang seharusnya gak diomongin, secara itu fakta, "Narsis banget kamu, Vid!"..... What!! Narcis is my middle name, heheheheh!!!!

Ya, Erwin adalah salah satu sahaba gue, AK47, dan juga orang yang bertanggung jawab atas kegilaan gue selama ini pada musik jazz. Dia duduk satu bangku sama gue, dan paling tidak dia tau gimana gue kalo udah ada orang yang ngomong "Poto yuk....."

Well, kalo menghabiskan satu halaman buat tanda tangan and etc dibilang narsis, so apa sebutannya buat orang yang bangga akan diri sendiri, menghabiskan memory entah di pc, hp, kamera , or whatever cuma buat poto diri yang gak penting?????

Nah, mungkin yang dimaksud teman gue ini adalah, kebanggaan gue pada diri gue sendiri.... Ya, jelaslah gue bangga, kalo bukan gue yang ngebanggain diri gue sendiri, sapa lagi cing!!!! Kalo dibilang bener juga sih kalo gue itu narsis. Di PC gue ada folder khusus buat poto gue yang hina dina itu.....

SO, mereka bilang saya narsis.... Ya memang begitu adanya....