Friday, January 02, 2009

SYMPHONESIA.... Catatan yang ingin tercatatkan..

Sebenernya udah lama banget pengen nulis tentang SYMPHONESIA. Sayangnya baru sekarang ya bisa tersalurkan. Temen-temen lainnya udah bayak banget yang nulis tentang ini, rata-rata sih di Facebook dan ngetag temen lainnya. Sayangnya saya bukan tipe orang yang suka untunk nulis note di FB, saya lebih suka nulis di blog. Dan karena segera setelah SYMPHONESIA saya pergi ke Pekanbaru, dan diikuti kegilaan lainnya, baru sekarang ini bisa nulis. Meskipun ya, keliahatannya euphorianya udah selesai, ga ada salahnya toh, kalo ini diceritakan juga. Meskipun menulis ini ditengah-tengah deadline tugas, well, ini saran relaksasi juga kan...

Nah, apa sih SYMPHONESIA??? Bagi kamu mahasiswa UNPAD jurusan HI, keterlaluan kalo ga tau. Bagi kamu mahasiswa UNPAD Jatinangor, pernah liat baligho segede gaban di bunderan boulevard, pernah liat orang tereak "Symphonesia..." di gerbang lama, atau malah pernah ditawarin tiketnya.. Bagi anak-anak UNPAD Dipatiukur, baligho depan kampus DU udah cukup besar ya... Bagi anak ITB, konon katanya, spanduknya ada di Ganesha, dan tentu saja balighonya di depan jalan ke SABUGA... Bagi masayarakat Bandung, yang juga mendengarkan Radio Ardan, pasti pernah denger iklannya. Bagi yang ga tahu, makannya saya sekarang nulis. Hehe..

SYMPHONESIA, atau seperti disingkat panitia lain sebagai Sympho, merupakan sebuah proyek besar Himpunan Mahasiswa HI periode 2007-2008. Awalnya sih ini dicetuskan sebagai sebuah IR EXPO, yang ingin mengumpulkan semua elemen HI UNPAD dalam sebuah perhelatan akbar. Nah, di Rapat Kerja HIMA tercetuslah ide ini, meskipun pada saat itu belum menjadi sebuah konsep matang, tapi hanya sebuah blueprint. Untungnya Departemen Seni Budaya, yang saat itu masih di bawah Teh Niken, punya program Gelar Budaya Nusantara. Akhirnya, program kerja itulah yang menjadi landasan utama IR Expo, saat itu belum menjadi Sympho. Dengan catatan : semua departemen di bawah HIMA memberikan sumbangsihnya, dalam kepanitiaan, dan juga acara. Jadilah semua departemen, yang memungkinkan untuk memasukan acaranya ke dalam Sympho, mendelegasikan acara nya, yang notabene program unggulan ke dalam struktur Sympho.

Pada saat itu, saya masih berada di bawah Departemen Kajian. Kajian biasanya identik dengan seminar, diskusi, dll. Makanya, untuk Sympho kajian memasukan Seminar sebagai salah satu mata acara Sympho. Meski akhirnya, format seminar itu berubah menjadi talkshow. Temanya sih masih sama dengan tema utama dari Sympho, yaitu kebudayaan. Nah, saat memilih siapa yang akan menjadi Penanggung Jawab acaranya, yang available saat itu adalah Dennis. Maka jadilah ibu yang satu itu menjadi perwakilan Kajian di kepanitiaan inti Sympho. Nah, saya di mana ya???

Saya sendiri bergabung di bawah Divisi Acara, tepatnya di bawah Konser. Penanggung jawabnya sendiri adalah Okky, yang sekarang jadi Ketua HIMA. Sebenernya saya kurang deket sama Okky sebelumnya. Hanya tau kalo dia adalah ketua Makrab 2006. Nah, kenapa saya masuk kesana ? Jawabannya, pertama karena saya memang milih untuk masuk ke konser. Dengan bayangan konser besar, saya jadi antusias untuk masuk ke divisi ini. Kedua, karena saya pernah jadi Show Director untuk HI-Lite. Ketiga, karena mungkin cuma di sini saya bisa kerja. Hehehe.

Nah, di konser, kita sebenernya bertugas untuk membuat sebuah pagelaran seni sebagai puncak dari acara Sympho sendiri. Apa sih yang menjadi menarik bagi sebuah pagelaran? Pastinya, bintang tamu. Mulailah kita menyusun list artis, mulai dari yang indie sampe label gede. Mulai dari yang pop sampe rock. Mulai dari jazz sampe dance. Setelah disusun, serta mempertimbangkan budget yang ada, mulailah mengontact para manager untuk ngecek jadwal si artis dll. Saya, ternyata, kebagian untuk RAN sama Maliq & d'essentials. Untuk RAN ternyata ga available. Untuknya Maliq bisa. Jadilah Maliq menjadi headliner konser kebudayaan Sympho dengan artis lain seperti SORE, MOCCA, Closehead, DEP, dll. Lalu dimana letak kebudayaannya? Kita juga menghadirkan penampilan kebudayaan dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Saman, Saung Angklung Udjo, dll.

Ternyata kerja saya cukup edan saat itu. Menjadi penghubung untuk Maliq, termasuk nego fee dan riders, memberikan saya pelajaran bahwa kerja di dunia entertainment bukanlah sebuah kerjaan yang mudah. Untuk menampilkan sebuah tontonan yang kelas satu, sebuah band pasti berurusan dengan sound, lighting, akomodasi, logistik, transportasi, dll. Jadilah saya tahu mengapa fee yang dibayarkan menjadi sangat worth it. The price tell us the performance. Dan itu yang terjadi dengan Maliq. Bisa dikatakan. Maliq lah bintangnya malem itu. Dan untuk mendatangkan Maliq, serta menampilkan yang terbaik, persiapan bukan hanya dalam satu dua hari. Jadi inget saya, malem-malem sama Aji dan Indra, anak logistik yang in charge buat sound dan lighting, ke tempat orang soundnya, dan saya tau betapa ribentnya nyiapain semua audio itu. Hehehe.. Belum lagi, harus selalu keep contact sama Dita, koordinator Akomodasi, untuk mastiin semua akomodasi band pas manggung.

Setelah semua persiapan pra konser hampir selese, tugas baru pun datang. Kali ini saya ditujuk untuk menjadi Stage Manage I. Mulailah membuat rundown, memikirkan stage flow, alur artis, dll. Dan puncaknya hari H, saya harus selalu di samping panggung untuk koordinasi ke SM lainnya, ke Koor lainnya, ke koor saya, ke sound, ke lighting, dll. Total hapir dari 10 jam pertunjukan terbayar ketika saya melihat venue penuh, tepuk tangan membahana, sing along, dan jeritan penonton. Semua terbayar dalam satu malam.

Untuk itu, saya disini ingin memberikan terimakasih dan acungan jempol untuk :

  1. Allah SWT, Yang Memudahkan Semuanya. Untuk kekuatan-Nya menjadikan saya bisa.
  2. Orang tua saya. Yang selalu sabar ketika anaknya ditelpon tapi tidak diangkat karena sedang rapat, untuk nasehatnya agar jaga kesehatan.
  3. Temen-temen yang ambil mata kuliah yang sama, untuk informasi tugasnya, ketika saya tidak masuk.
  4. Ricco dan teh Tara, untuk kepercayaan yang diberikan.
  5. Okky, koor yang selalu pusing, yang di hari saya akhirnya liat senyum di dirinya.
  6. Teh Niken, Widhi, dan Lidya, sesama SM yang riweuh banget. Khusus untuk Widhi, terimakasih karena udan bergabung dan memberikan tumpangan tidur.
  7. Brina, Ahmad, Uwie, Venda, Fransis. BSM yang menjaga artis kita.
  8. Insan dan Bembi. Technical Manager, yang membuat semua tampilan audio dan visual yang ok gila.
  9. Dityo, Aji, dan Indra, juga semua Logistik, dengan nama sandi BlackHawkDown. Untuk semua kebutuhan konsernya.
  10. Dita dan akomodasi. Makasih ya, untuk dikasih kamar Setabudhi, yang ga dipake..
  11. Ichel, Lo Maliq. Yang sangat sabar menghadapi Mas Adjie.... Yang udah menjadi penyambung kita.
  12. Semua Panitia, keluarga HI UNPAD, yang tidak tercatakan...


Ini adalah sebuah catatan, yang ingin tercatatkan...



Saya, Brina, Widhi, Teh Niken. After The Show.

Saturday, December 27, 2008

Saya ternyata...

ini..



atau ini...



sama saja...

Friday, December 26, 2008

A Lot Works to DO!!!!

Well, lima belas motions debat yang harus didefinisikan, dibuat case positif dan negatifnya, juga menemukan clashing poitnsnya, dan harus selese Minggu ini udah membuat saya kalang kabut...

Ditambah essay buat TC, yang mana harus belajar mengenai investasi, bikin case positif dan negatifnya, nyari faktanya, dan juga selese Minggu ini...

Ditambah tugas Lingkungan Hidup dalam HI, yang mana harus mencari fakta untu makalah, nulis tentang kebijakan lingkungan, belajar tentang Uni Eropa...

Ditambah tugas Organisasi Internasional, yang mana harus memutuskan apakah MNC itu OI, dan mencari teori yang relevan....

Ditambah tugas akhir Lingkungan Hidup dalam HI, yang mana harus menjelaskan salah satu kasus politik lingkungan, implikasinya, dan seterusnya...

Ditambah belajar untuk enam mata kuliah yang belum ujian akhir...

Sama dengan,

BEGADANG
DITEMANI KOPI
DAN TOLAK ANGIN
DAN LAGUNYA DEWI LESTARI
DAN TIDUR SEBENTAR....


Sigh...


David

Thursday, December 25, 2008

David setahun yang akan datang...

Well, saya pernah berjanji untuk mulai menuliskan resolusi saya tahun ini dengan sebuah metode baru. Menjadikannya sebuah file di laptop saya tercinta, menambahnya jika saya ada ide, dan mempublikasikannya beberapa hari sebelum tahun baru. Nah, sekarang udah mulai kebayang apa yang terjadi? Jika kamu tahu saya, maka akan tahu jawabannya.

Ya. Saya males. Hehehe... Males karena banyak ujian, ga ada ide, lupa filenya apa, banyak tugas, sampe males ga jelas. Intinya, sampe saya membuat versi publish ini, file itu ga berubah sama sekali. Sepat mikir juga sih, kan masih ada beberpa hari, secara saya membuat ini 25 Desember, untuk menyelesaikan semuannya. Sayangnya, liburan ini banyak banget yang harus dikerjain. Mulai dari tugas UAS, tugas TC IVED, sampe mau belajar, dan lain-lain. Jadilah saya membuat versi shortcutnya.

Saya tidak akan menunda membuat daftar resolusi saya, saya tidak akan menggunakan metode yang menurut saya efektif-fantastis itu, saya akan realistis. Dan izinkan saya untuk memulainya sekarang... (14.16 PM)

Sebenernya, hidup saya di 2008 ini bisa dikatakan luar biasa. Banyak banget kegiatan yang menurut saya sangat bermanfaat yang saya lakuin, selain tentu saja kewajiban saya untuk menyelesaikan SKS-SKS demi menuntut ilmu di HI UNPAD ini. Namun tenyata, setelah dianalisis, kegiatan saya yang seabrek itu telah membuat beberapa hal lain terabaikan. Setelah diingat-ingat, ada beberapa dari kegiatan tersebut yang ternyata resolusi saya tahun lalu..

Saya ingin mengingatnya kembali dan berusaha menjalankannya tahun depan...

So, here is DAVID'S 2009 Resolutions...

Memulai gaya hidup sehat (a.k.a mulai mikirin badan yang semakin besar...)


Hahahaha, ini sih sangatsangat klasik, mengingat ini udah menjadi resolusi saya sejak... Sejak kapan ya....??? Oh ya, sejak SMP. Dan ternyata setiap tahun, niat ya cuma niat aja. Dulu sih, pas belum kuliah, pas masih di Pekalongan, saya ini rajin renang, rajin lari, makan diatur, diet, dll.. Sekarang mah... Mau lari, males... Mau renang, jauh. Mau diet, takut migren. Mau jaga pola makan, kan saya di Bandung (yang mana surga makanan). Mau fitness, jauh dan ga punya uang. Tapi, taun depan yang ini harus dilaksanakan, entah seberapa besar susahnya. Ga usah yang ribet-ribet sih. Mulai dari jalan ke kampus, jaga pola makan (terutama nasi), puasa Senin-Kamis (sekalian ibadah), dan akan mulai fitnes, yaang berarti harus mulai menyisihkan sekitar Rp. 300.000,- per bulannya. Tapi target harus dipenuhi.. Heheheh..

Mulai milih-milih kerjaan

Selama ini, saya tipe yang hayu-hayu aja kalo disuruh ikut ini itu. Seringnya saya malah kecapean sendiri. Lihatlah posting saya bulan lalu, di mana saya sangat ribet dengan kerjaan saya. Hasilnya, tabungan terkuras, tenaga habis, kuliah sedikit goyang. Sekarang kamu udah makin dewasa kan Vid. Buat prioritas. Tentuin mau fokus ke mana. Susun mulai sekarang. Dan sebenarnya sih udah disusun. (Januari IVED, Februari kosong, Maret Java Jazz-kalo keterima, April NUEDC, Mei kosong, Juni kosong, Juli Agustus masih rahasia, September kosong, Oktober kosong, November Desember kalo jadi Symphonesia 2). Bukan maksud milih-milih sih, tapi demi kepentingan semua juga toh...

Banyakin pengetahuan


Intinya, kalo ke Gramedia jangan cuma liatin novel sama majalah doang. Bacalah sesuatu yang lumayan berat. Tahun depan udah 20 loh. Masa pikirannya sama kaya anak SMA.
Kalo buka internet jangan cuma FB sama blog. Baca artikel. Gituuuu....

Cari pacar


Well, I looking for you... Where are you? Hehehheheheh....

Lebih rajin ibadah

Hmmmm, mulai tobat lah. Sholatnya rajin. Ngajinya juga. Mulai dari situ dulu aja.

Mulai nulis artikel.

Calon editor majalah harus bisa nulis toh. Calon diplomat juga iya toh.

Nabung


Hahahahah, saya memang harus mulai nabung. Beli yang perlu aja. Pake yang udah ada. Oh no, I won't to be shopaholic anymore. Bangkrut gue...

Dewasa

Wajib. Inget umur

Jadi bijaksana


Udah saatnya ninggalin kebiasaan emosian, kebiasaan perasa, kebiasaan egois. Bijaksana itu jawabanya.

Dan akhirnya, menjadi saya yang lebih baik. Menurut saya, menurut orang tua, menurut teman-teman...

Well, selamat menyambut 2009 kalo gitu


David


PS : baru selese tanggal 28 Desember 2008 jam 18:27. Ternyata lama juga ya...



Liburan hanyalah L-I-B-U-R-A-N...

... karena saya harus bergelut dengan banyak hal. Habis tahun baru nnati, jadwalnya adalah UAS kawan-kawan, dan entah mengapa banyak banget tugas akhir yang merupakan tugas prasyarat UAS, dan saya harus belajar buat enam mata kuliah yang belum diujikan dari sepuluh yang saya ambil semester ini.

Sementara, tugas IVED juga gak kalah edunnya. Minggu adalah hari debat, and face it!!

Jadinya liburannya, SECARA RESMI SAYA TUNDA....


David


NB : tapi taun baruannya jadi kan ;P

Thursday, December 18, 2008

It has been a year and half then..

… yang berarti setengah jalan dari perjalanan akademis saya di Bandung ini sudah terlampaui. Banyak banget yang saya pelajari di sini. Bukan cuma teori-teori politik klasik, paradigma mainstream di Hubungan Internasional, atau pun berubahnya politik dunia. Leih dari itu. Palajaran menjadi seorang manusia juga saya dapatkan di sini, di satu setengah tahun ini. Bagaimana beinteraksi dengan orang banyak, dan baru, bagaimana menghadapi konflik, bagaimana menenpatkan diri saya sendiri. Pelajaran itu, meurut saya, adalah pelajaran yang lebih berharga. Tidak diajarkan di kampus manapun, fakultas manapun, jurusan apapun. Tidak ada ujian tulis, tugas, ujian lisan. Tidak berstandar pada SKS. Tidak ada kata mengulang. Namun, itu lah modal yang paling besar, yang hasilnya akan saya dapatkan nanti. Setelah lulus dari institusi ini, setelah saya tidak di Jatinango rlagi, setelah saya bergelar S. IP.

Tadi malam, saya dinner berempat dengan sahabat terbaik saya, Anggi (ibu manager yang selalu bilang bahwa jangan hadi terlalu perasa kalo mau dapet pacar), Gheo (fotografer penyalur bakat narsis melalui DSLR-nya, juga tempat bertanya masalah IT), dan Nabila (duh, de!! Kapan hoby meninggalkan barang sembarangan itu akan hilang…). Sebenarnya sih ini another ritual of us, having dinner together. Dan kita tidak dalam formasi lengkap. Tapi entah kenapa, pulang dari sana, dan hingga sekarang, saya merasa melankolis-dramatis-romatis gitu deh… Ternyata penyebabnya adalah kata-kata Nabil tadi malam, “Kita udah setahunan nih kaya gini…”. Yang maksudnya, kita udah setahunan, atau mungkin lebih, menginggat tidak tahu kapan tanggal persisinya, manjadi teman, sahabat, tempat curhat, tempat nangis, and-tell-me-another-name…

Kalo dipikir-pikir, bener juga ya… Setahun lebih, itu sama saja dengan umur kehidupan saya di kampus. Dan ternyata lagi, belum pernah selama 19 tahun saya hidup, saya terikat secara emosional secara mendalam, dengan orang yang bukan keluarga. Pacaran aja belum. Jadinya inilah rekor kehidupan hubungan saya dengan orang lain yang terlama. Emang sih, ada teman-teman saya di sekolah dulu, tapi percayalah, belum pernah saya merasa sangat terhubung secara emosional dengan orang lain seperti sekarang ini. As I can know what inside their heart, and they know what happen to me. Mungkin ini juga disebabkan oleh karena intensifnya kita ketemu, tapi itu menjadi tidak terlalu menggagu pikiran saya…

Satu tahun lebih, lho. Dan kita udah ngejalanin, dan ngalamin macem-macem bareng-bareng. Senanngya, susahnya, dramatisnya, betenya, nangisnya, sedihnya, semuanya. Pernah ada yang bilang bahwa dalam konsep persahabatan, konflik akan selalu ada. Well, saya percaya itu, pernah mengalaminya, dan mlewatinya, Tapi ketika masalah itu datang, entah kenapa, naluri sahabat saya sering bilang, “Hey, ini cuma sebuah versi lain kok dari pengekspresian kata ‘Peduli’ dan ‘Sayang’”. Dan dengan itu pula saya akan kembali pada mereka.

Satu tahun lebih, and I expect more. Entah sampai kapan. Mungkin sampai nanti saya udah punya David Jr, yang mana harus nunggu ya, secara saya mungkin akan jadi yang terakhir, atau nanti David Jr nya udah punya David Super Jr. Yang pasti, saya ga mau ini berakhir. Banyak yang udah kita laluin. Dan saya yakin yang akan datang pun bakal kita hadapin…

Terima kasih untuk menjadikan David yang sekarang ini, melalui sebuah proses yang sangat edukatif. Terima kasih untuk menjadi tempat curhat, tempat marah, dan tempat nangis, ketika saya menjadi sangat melankolis. Terima kasih untuk persahabatan ini… I do really LOVE you guys, and girls. Hope we have another years.. Until death do us part…




David..


This entry is a tribute to Anggia Utami Dewi, Iffa Latifa Zulfa, Nabila Nuruljah, R. Khairul Rahman, Gheo Eraldika, Khairunisa, Bima Prawira Utama, Muhammad Haekal, Fransiska Ardie Yanti...... Dan lainnya kalo belum disebut.. Bukan maksud, but I start to cry when I type it...

Wednesday, December 17, 2008

I'm On My Deadline...

... to Regionalism Task... The deadline is today, at 3 P.M, the lecturer want a paper, we only have some pages...

C'mon fellas, we have something to worry about...

Sunday, December 14, 2008

Hey, I Have Class In The Morning...

... but I can not sleep tonight.

I've a strong coffee this afternoon, and suddenly I realize coffee will make me stay up at night. I've class in 10. I've 2 final task, that I never touched. And I messed up...

... suddenly I want to have a girlfriend...

... Is It The Time ??? Or is it the moment when the melancholic slash romantic side of me just show up ???

Only God knows, and I believe God will give me the answer...


NB : Actually, I want to write about Symphonesia and my trip to Riau, but I'm kind of tired..

Monday, November 17, 2008

Ge Je di Kamar Kosan Membuat Saya...

... menghasilkan ide baru untuk menuliskan New Year's Resolution (atau haruskah kali ini Revolution!) di sebuah file di komputer saya mulai hari ini. Posting itu akan saya publish pada saat tahun baru. Selama ini saya hanya memendamnya saja, hingga akhirnya tidak ada yang terealisasi. Dengan (akan) dipublishnya posting itu, saya harap saya punya sesuatu untuk memacu diri saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan. So, I'll keep writing then. Hope this year will not be same as past years, when Resolution just be Resolution.

Bulan Ini Akan Jadi Bulan Paling Sibuk Buat Saya...

... karena bulan ini saya sibuk banget (heh!). Intinya, maaf buat semua yang terbengkalai, semua janji yang tak tertepati, semua kegiatan yang harus dipengding, dan sebuah minpi yang harus dikubur dalam-dalam (lebay mode ON noh).

Saya adalah tipe orang yang suka banget sibuk. Ikut kegiatan inilah, kegiatan itulah. Ikut klub inilah, ikut klub itulah. Padahal, rutinitas saya aja bisa dikatakan udah menyita waktu. Kuliah ternyata gak sebebas yang dikira ya. Saya masih harus datang ke kelas setiap hari, dengan pengecualian Selasa karena saya ga ada kelas, dan Rabu karena saya kuliah FULL satu hari, yang akhirnya saya itung dua hari. Hehehe. Belum lagi tugas yang bejibun. Waduh, kadang-kadang pengen teriak sekencang-kencangnya kalo udah ngomongin tugas. Belum lagi ujian, yang membuat saya harus putar otak, stresss abis!.

Nah, ga tau kenapa, saya itu tipe orang yang gampang ngambil kerjaan. Ditawarin panitia ini, hayu... Ditawarin jadi divisi anu, okeee... Ditawarin aktif di sini, ga masalah. Intinya, selama kerjaan saya itu bisa saya handle, waktu-tenaga-dan-terkadang-uang ga jadi masalah. Sampai saya sadar sesuatu...

... bahwa ternyata November 2008 akan jadi bulan paling melelahkan tahun ini. Saya baru selesai di RENVILLE 2008 (OSpek JURusan saya) bulan lalu. Di kegiatan itu, saya dipercaya untuk gabung di divisi Acara. Selesai RENVILLE, menggilalah saya di SYMPHONESIA. Ga tanggung-tanggung, di sini saya masuk di Divisi Konser. Mulai dari bulan lalu, saya double job. Ngurus RENVILLE dan SYMPHONESIA. Di Sympho, saya jadi penghubungn Artis Utama dengan kita. Telfon sana telfon sini, rapat progress report, hingga harus meeting di Jakarta. Alhamdulillah, Maliq & d'esssentials, salah satu artis yang menjadi tanggung jawab saya di Sympho, bersedia untuk tampil sebagai Main Artist di 29 November 2008.

Nah, jalan untuk menghadirkan Maliq itu yang berliku. Tengah bulan ini saya disibukkan dengan UTS. Di mana pada saat itu pula urusan dengan artis lagi intens-intensnya. Jadilah, terkadang, saya lari sana lari sini. Atur jadwal semepet mungkin. Yang pastinya, temen-temen saya udah bilang, "Vid, lo sumpah ya, ....". Hehehehe... Untungnya Sympho berakhir akhir bulan ini, hingga saya menyadari bahwa...

... tanggal 30 November saya terbang ke Riau. PNMHII XX telah menanti, dan saya adalah salah satu delegasi UNPAD. Satu minggu di Riau akan saya anggap sebagai kerja dan liburan. Karena gossipnya, kita bakal ke Pulau Bintan, tadinya sih pemgen extend ke Batam, atau ke Singapura sekalian, hingga saya ingat bahwa ...

... tanggal 8 Desember itu Idul Adha, dan saya harus pulang ke Pekalongan. Secara ya, saya baru dapet flight pulang Pekanbaru-Jakarta itu tanggal 7 Desember, jadinya saya pake flight ke Semarang sesudah itu, libur deh saya. Ternyata,....

... kemungkinan minggu depannya ada seleksi IVED....


ARRRRRRGGGGGHHHHHH!!!!


David,
yang-pengen-banget-liburan-yang-LIBURAN..

Sunday, November 16, 2008

Promosi Nih....

Karena saya adalah stage manager untuk Konser Kebudayaan SYMPHONESIA, 29 November 2008, Sasana Budaya Ganesa Bandung...

Datang ya...


Sunday, October 12, 2008

Back to Basics

Lama ya saya gak posting sesuatu di blog ini. Alasan kali ini mungkin bisa dikatakan bukan alasan yang biasa saya kemukakan, males, ga ada waktu, atau mampet inspirasi. Kali ini adalah bahwa saya mudik. Ya, mudik teman-teman. Sebuah (mungkin) keharusan tradisi yang akan terus saya lakukan, mengingat kalo gak mudik lebaran, kurang dapet banget lebarannya, dan saya sangat jarang pulag ke rumah setelah saya kuliah di Bandung.

Nah, mudik kali ini bagi saya adalah mudik terpanjang yang pernah saya jalani. Tercatat dari tanggal 25 September sampe tanggal 11 Oktober saya memanfaatkan event lebaran sebagai kesempatan untuk berlibur dari rutinitas kampus yang menggila. Buktinya saya merelakan beberapa kelas yang emang mulainya nanggung banget, kelas hari Rabu kok udah mulai tanggal 8, ya lebih baik saya gunain jatah bolos lah yang sekali itu...

Apa sih yang saya kangenin di liburan kali ini? Udah pasti kangen keluarga ya... Bagaimanapun keadaannya, saya tetep kangen mereka. Kedua, kangen rumah. There's no place like home. Meskipun sekarang udah kos, dan katanya dengan tinggal di kosan, kebebasan yang kita miliki itu mutlak, tetep aja saya kangen rumah. Dengan segala aturannya yang rigid, dengan segal tradisinya, dengan kamar saya yang riweuh, dan dengan ketenangan yang bisa didapatkan jika kita berada di dalamnya. Ketiga, kangen sama Pekalongan. Meskipun cuma enam tahun, meskipun panasnya astagajingjong, meskipun ke sana berarti putus dengan semua fasilitas kota besar, tapi kota ini yang telah mendewasakan saya, telah membuat saya menjadi seorang yang lebih sederhana. Nah, yang keempat ini yang bener-bener saya ingin ceritakan disini. Saya kangen dengan makanan khas yang ada di Pekalongan. Enam tahun saya dibesarkan oleh makanan-makanan tersebut. Menjadi bagian dari keseharaian seorang David, dan beberapa diantaranya sangat sulit dicari di Bandung. Kalaupun ada, harganya bisa berkali-kali lipat.

Back to basics. Itulah tema liburan saya kali ini. Terutama kembali ke rutinitas kuliner saya. Ada beberapa makanan khas yang bener-bener jarang kalo kita mau nyari di Bandung atau kota besar lainnya. Megono, Pindang Tetel, dan Tauto. Semuanya khas Pekalongan dan jarang ada di sini. Makanya, pas liburan kemaren bener-bener deh saya ini, setiap hari berburu makanan-makanan tersebut di berbagai tempat yang emang sejak dulu bisa dibilang sebagai langganan.

Pertama, megono. Megono sebenarnya adalah makanan yang identik dengan sarapan. Kalo di Bandung sarapan khasnya adalah nasi kuning, maka di Pekalongan adalah nasi megono. Megono itu nangka muda yang dicingcang kecil-kecil, dikasih bumbu, dan dikukus. Bumbunya sih ga tau ya saya, tapi yang khas sih ada kecombrang nya, dan itu ngebuat megono sedikit pedes. Nasi megono dijual dengan range harga 500 sampe 2000 rupiah. Makanan yang khas dan murah meriah. Untungnya lebaran kedua saya udah sempat mencicipinya, di warung langganan saya..



Makanan yang kedua adalah tauto. Sebenarnya sih bisa dibilang tauto itu salah satu varian dari soto. Kamu pernah makan soto daging, soto
dengan daging sapi dan berkuah bening. Nah, asalnya tauto ya soto daging itu. Bedanya, tauto ditambah dengan saus tauco, saus mais yang berbahan dasar kacang kedelai dan gula merah. Tauco tuh kan rasa dan aromanya kuat banget tuh, makannya ini yang buat tauto menjadi sangat khas. Biasanya, tauto dimakan dengan nasi hangat atau lontong dan juga tempe goreng (mendoan, not mendoan.. you name it!). Satu porsinya dijual antara 7000 hinggan 15000 Rupiah. Lebaran kemarin, saya malah wisata tauto, dan mencicipi lebih dari satu warung. Tips makan tauto : pakailah kaos yang nyaman, bawalah tissue yang banyak, Terkadang makan tauto membuat anda berkeringat...


Makanan ketiga itu pindang tetel. Nama nasionalnya rawon. Buat yang satu ini, saya bener-bener ngidam mampus deh. Cari-cari di bandung, adanya rawon, dan itupun saya temukan di Madame Sari Dago (restoran yang berafiliasi dengan Kartika Sari). Harganya najong-najongngan, hampir 30 ribu aja gitu. Bayangkan kalo di Pekalongan, 5000 kenyang deh. Makannya, target utama saya adalah pindang tetel. Beruntung, ibu saya pengertian, dan ini adalah makanan di hari kedua saya mudik tahun ini. Oh ya, pindang tetel itu sebenernya sup daging dengan kuah hitam karena kluwak, dan kalo di Pekalongan dimakan dengan Krupuk Usek, krupuk yang digoreng dengan pasir.


Nah, makanan itu membuat saya kembali ke asal. Karena saya sudah bosan dengan masakan padang, masakan sunda, masakan pinggir jalan, hingga junk food yang tak sehat. Kembali ke asal, meski hanya sebentar dan lewat makanan, benar-benar liburan yang LIBURAN...











Saturday, August 30, 2008

Perubahan Kurikulum dan Realisasi Target Saya

Kamis kemarin, saya harus mengisi Kartu Rencana Studi untuk studi saya di semester 3. KRS yang saya isi merupakan sebuah langkah awal untuk menentukan kehidupan akademik saya selama kurang lebih enam bulan ke depan. KRS kali ini berbeda dengan KRS saya sebelumnya, karena kali ini saya mempunyai hal untuk mengambil beberapa mata kuliah tingkat atas, atau mengulang mata kuliah yang belum lulus. Suatu hal yang sebenarnya sangat saya nantikan. Menjadi mahasiswa yang memegang kendali penuh akan kehidupannya.

Beberapa hari sebelum hari itu, saya telah mendapatkan jadwal serta daftar mata kuliah wajib untuk semester 3 ini. Berdasarkan IPK saya, saya berhak untuk mengambil 21 SKS, yang artinya jika saya mengambil semua mata kuliah wajib semester ini, saya masih mempunyai sisa SKS, yang akan saya pergunakan unuk mengambil mata kuliah semester 5. Target kelulusan 3,5 tahun pun menjadi sebuah hal yang realistis, dengan mempertimbangkan semester pendek dan lain sebagainya. Rencana kuliah selama tujuh semester pun saya susun, sehingga target kelulusan saya adalah Desember 2010, Februari 2011, atau Agustus 2011.

Kamis itu saya melangkah pasti ke kampus. Sayangnya, saya disambut sebuah berita yang sangat mengejutkan, bahwa kurikulum Jurusan HI diubah. Berlaku untuk semua angkatan. Ada mata kuliah yang dikonversi. Nah, kaget dong saya. Yang ada di pikiran saya pertama kali adalah, apakah target lulus saya, yang menurut beberapa teman sangat super-duper-fantastis, akan dapat terealisasikan. Atau saya harus menunda target tersebut satu atau dua semester.

Permasalah terbesar yang dihadapi saya dan juga temen-temen HI 2007 adalah bahwa kita ketiggalan lima mata kuliah, yang setara dengan 10 SKS, di semester 2. Hal tersebut berimbas pada mata kuliah yang akan diambil di semester 4 nanti. Bagi saya pribadi, dengan merujuk pada panduan kurikulum baru, semester 4 nanti saya harus mengambil 8 mata kuliah yang setara dengan 16 SKS. Dengan mempertimbangkan, juga membayangkan, bahwa jatas SKS saya untuk semester 4 nanti adalah 21, berarti masih ada sisa 5 SKS, yang bisa didistribusikan ke 2 mata kuliah saja. Nah, di semester 6, saya harus mengambil 15 SKS, dengan asumsi yang sama dengan keadaan di atas, sisa 6 SKSnya bisa dipakai untuk mengambil 3 mata kuliah sisa yang ada di semster 2. Saya sangat berharap bahwa saya tidak harus mengulang mata kuliah di semua semester genap, karena jika tidak saya masih harus berkuliah di semester 8.

Berbeda dengan apa yang akan terjadi di semester genap, kehidupan semester ganjil saya malah bisa dibilang sangat terbantu dengan adanya konversi mata kuliah ini. Banyak dari mata kuliah semester genap merupakan mata kuliah wajib yang biasanya ada di semester 1 atau 2. Saya sudah lulus untuk semua mata kuliah semester 1 dan 2, berarti untuk semester ganjil, saya tinggal mengambil mata kuliah di semester ganjil berikutnya, atau mengambil mata kuliah pilihan. Rencananya, dengan kondisi tersebut, saya akan mengoptimalkan kegiatan non akademik saya di semseter ganjil, dan bersibuk-sibuk ria di semseter genap. Contohnya saja semester 3 ini, harusnya saya mengambil 21 SKS untuk 10 mata kuliah. Ternyata saya sudah mengambil 4 mata kuliah, di mana ada 2 mata kuliah yang merupakan mata kuliah pilihan, yang harus saya pilih salah satu saja. akhirnya saya mengambil 3 mata kuliah semseter 5, yang setara dengan 7 SKS.

Yang membedakan HI sebelum dan sesudah perubahan kurikulum ini adalah tidak adanya pembagian konsentrasi lagi. Dulu, kita, mahasiswa HI UNPAD, mengenal adanya konsentrasi Hubungan Internasional, yang harus dipilih mahasiswa pada saat semester 3. Konsentrasi ini akan berpengaruh pada judul skripsi, sebagai tugas akir akademik, yang akan dibuat. Konsentrasi yang ada adalah Ekonomi Politik Global, Politik Keamanan Global, dan Hukum Organisasi Internasional. Sebelum adanya perubahan kurikulum, konsentrasi ini membuat sebuah dilema bagi saya. Awalnya, saya akan mengambil EPG, dengan alasan konsentrasi ini sangat fleksibel dengan masalah pekerjaan, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kajian keamanan juga sangat menarik. Kajian keamanan tidak hanya berputar pada masalah security pada tataran negara saja, tapi juga melauas pada ranah privat. Selain itu, banyak senior yang memberitahu saya bahwa skripsi untuk konsentrasi EPG sangat kental dengan statistik, dan ini membuat saya ngeri. Dengan tidak adanya pembagian konsentrasi ini berarti saya masih bisa mempelajari mata kuliah pilihan yang saya inginkan, dan juga bebasa menentukan topik skripsi yang nantinya akan saya ambil.

Saya yakin, jika saya tetap serius dan mempertahankan spirit kuliah yang ada, target waktu tempuh kuliah saya masih akan tetap terjaga... Doakan saja...

Saturday, August 23, 2008

Segenap Kabar Singkat (dan mungkin saja basi) dari Seorang David

Hai, apa kabar...

Rasanya lama banget ya saya udah gak update blog saya... Tulisan terakhir yang saya update di blog ini adalah mengenai saya yang sangat capek banget untuk persiapan JOVED, right???

Nah, setelah itu saya sempet menghilang sangat lama. Entah kenapa, setiap kali mau nulis untuk blog, bawaaannya sangat-sangat gak mood. Kalo dipikir-pikir udah hampir dua bulan ya saya off nulis. Sebenernya, banyak banget momen yang menurut saya harus saya tulis. Kenapa? Alasannya cukup simpel, karena saya tidak menulisnya di diary konvensional. Dengan blog, saya ingin cerita hidup saya bisa dibaca oleh generasi saya yang entah ke berapa, karena saya yakin internet akan menjadi sebuah media yang akan mengiringi saya membentuk klan David... Hehehe...

Saya belum menuliskan JOVED 2008, akhir semester 2 saya di HI UNPAD, semester pendek pertama saya, kerjaan saya untuk ngeMC, dan beberapa momen penting lainnya. Juga ada beberapa pikiran yang hanya tersimpan di pikiran, ataupun sudah mulai ditulis di laptop, menjadi sebuah tulisan yang belum sempurna.

Saya usahakan untuk mengupdate itu semua... Karena itu tadi,

Hidup Terlalu Singkat Jika Hanya Untuk Dinikmati, Tetapi Tidak Untuk Dituliskan...



Salam,
David

Monday, July 07, 2008

In The Mood For Sleep

Duh, malem minggu kemaren, demi ngikut JOVED, saya begadang deh. Meskipun sebenernya dan seharusnya istrirahat kerena masih flu dan batuk.

Minggunya, baru tidur jam sembilan malam. Seharian latian, online, dan lain-lain...

Hari ini, di kampus saya pusing dan ngantuk, pulang deh ke kosan, dan tidur...

I'm in the mood for sleep...

Tuesday, June 17, 2008

Takkan Terganti

Shit..!!

Siapa yang harus saya salahkan. Yang ngenalin saya ke lagu ini. Yang ngebuat lagu ini. Atau yang bikin lagu ini jadi sangat dalem buat saya.

Meski waktu datang
Dan berlalu saat kau tiada bertahan
Semua takkan mampu membuatku
Hanya kau yang berada di relungku

Jadi banyangkan, kalo kemaren di kampus, saya ketemu dia. Yang saya rasain, seakan-akan itu gerakan slow motion (yang pasti bakal bagus banget kalo di di dalem film), serasa kayak ada angin gitu. Dan puncaknya, samar-samar di otak saya terlintas lagu ini.

Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah

Ya, kamu. Kamu yang bertanggu jawab. Bukan Yovie Widianto. Bukkan juga Erwin, sahabat saya yang ngenalin saya dengan lagu ini.

Kamu yang ngebuat lagu ini berarti banget. Sampai saya gak kuat untuk memdengarnya lagi.

Karena lagu ini bakal bikin saya inget kejadian di kampus Ketika semuanya seperti di film-film.

Atau mungkin, ini salah saya, Yang gak bisa bicara terus terang denganmu.


A Nightmare Is Close To Me

Di kamar saya ada sebuah kalender yang bisa ditulis dan dihapus. Di tempel di atas meja belajar saya. Dan berfungsi sebagai agenda. Semua kegiatan saya, kuliah, latihan nyanyi, rapat, deadline tugas, jadwal ICT, hingga rencana pulang ada.

Biasanya saya antusias ngeliatin si kertas biru putih itu, yang jadi penanda kalo saya itu tipe mahasiswa yang rajin (dan tentu aja sibuk). Tapi akhir-akhir ini, saya males, Saya ngerasa horor kalo liatin dia. Dan ngerasa kalo, duh, banyak yang (seharusnya) bisa dikerjain.

Dan sekarang, saya peling ngeri liat di kolom yang saya tulis tanggal 20. Itu tanggal deadline Tugas Akhir saya. And, I'm still working on it, slowly...

Ngeri beneran....

Saturday, June 14, 2008

Don't Try This If You Have A Great Migrain

Two sachets of Indocaffe Coffemix (Coffe, Cream, and Sugar)

Two spoonfull of sugar (that you know the sugar is real sugar, contain a lot of sucrosse)

One big cup of hot water

Effort to start (again) detoxide from nicotine

Effort to start a healthy live

Morning brezze in your room

Mix them, and your migrain will kick you at the night... It's hard to to sleep, but I have plan the next morning...

Fun-fucking-tastic....

Ujian Lisan PHI1, Kalo Ini Lewat, Semester 2 Juga Lewat!!!!

Jadi gini ya, menurut saya dan beberapa teman HI UNPAD 2007, semester 2 ini kita cuma kuliah satu mata kuliah aja, Pengantar Hubungan Internasional 1. Oh ya, sama Praktikum Komputer (yang menurut saya, saya harus lulus..), di mana mata kuliah ini presentase kehadirannya harus 100%, gak seperti mata kuliah lain yang 80% (berarti bisa bolos kelas 3 kali gitu). Nah, pendapat yang sangat abssurd ini hampir diimani oleh semua angkatan saya. Masalah ekspektasi yang berlebih dari semseter ini udah pernah saya bahas di sini. Juga udah pernah Gope bahas di sini. Ayo Bima, bahas masalah ini juga... (devil mode : on).

Nah, masalah tersebut berimbas ketika musim ujian tiba, baik itu UTS maupun UAS. Kita, ya yang percaya asumsi awal tadi, hanya akan fokus di dua mata kuliah itu. Lebih tepatnya sih, kita cuma fokus di PHI1, yang lain....lewat. Maka, ketika Pak Wawan, dosen utama PHI1, mengumumkan bahwa UAS PHI1, yang mana formatnya sama dengan PIP, di mana dosennya juga sama, akan dilaksanakan mulai 9 Juni 2008 dan akan dimulai dari 2007, maka semua fokus hidup saya berpindah ke event akbar semester ini. Mencari fotokopian, minta soft file tugas, foto copy daftar buku, teori dan prominent, (mencoba) membaca reading kit, hingga berdoa pada Yang Maha Kuasa. Oh ya, tak lupa minta restu orang tua. Sekali lagi, terima kasih buat Kang Oce, tutor kita tercinta, yang udah ngasih tips and tricks buat ngadepin ujian yang satu ini, meski sebenarnya kita udah pernah kok Kang ngerasain di PIP, but well, for what is worth, THANK YOU.....

Maka, jadilah saya, yang berNPM awal, pada 9 Juni kemaren, harus menghadapi UAS Lisan PHI1. Saya, yang sangat odong-odong dan sotoy, tidak membaca reading kit, yang mana merupakan sumber dari semua pertnyaan UAS. Saya hanya bisa pasrah. Berdoa. Dan minta restu orang tua. Buku-buku kunci juga prominent juga rada-rada gak bisa. Saya cuma tau konsep secara global. Realisme itu gimana. Liberalisme itu memandang negara sebagai apa. Post Modernisme itu pengen teori gimana. Ya gitu lah. Makanya, saya sudah pasrah untuk pertanyaan pertama, pasti saya akan gagal di sini. Untung sukur kalo dapet buku atau tokoh yang emang semua orang tau. Saya hanya akan berharap di pertanyaan kedua, yang merupakan pertanyaan eksplanasi. Yang penting logika berpikir kita jalan. Ya. begitulah saya.

Orang pertama yang maju hari itu adalah Mitha dan dia dapet pertanyaan yang sangat...sangat...menyakitkan hati, Bahasa Inggri buat "Le c'estat, c' moi". Saya tahu, saya tahu. Tapi Mitha tidak tahu. Yah, padahal kalo saya yang didepan alamat B di tangan tuh. Mungkin bukan rezeki saya kali ya. Tapi, perasaan ini gak enak. Bener juga.. Di depan penguji panel (Pak Arry, Pak Wawan, Kang Oce, Teh Sendy, Bang Satriya) saya deg-degan mampus. Begitu Pak Arry bilang bahwa saya dapet Realisme yang ada dalam pikiran saya adalah "MAMPUS gue, realisme bukan spesialisasi gue...". Dan benar, "Jadi realisme itu banyak variannya, salah satunya Rational Choice Realism. Tokohnya ada dua, salah satunya Krasner. Satu lagi saiapa????". Duh, Krasner aja saya beru dengar pak, apalagi temennya. Ya udah demi menjawab, meskipun tau akan salah, yang keluar dari mulut ini adalah "Kenneth Waltz, Pak". Ya udah, saya harus balik dan mencarinya di reading kit. Dan ternyata sodara-sodara, jawabanya adalah Joseph Grieco.

Setelah menunggu hampir satu jam, saya kembali menghadap panel buat pertanyaan kedua. Teh Sendy, I TOTALLY LOVE YOU......... Makasih untuk pertanyaan yang ternyata saya bisa jawab. "Jelaskan model Prisoners Dilemma dalam HI". Wew... Dan untungnya, Kang Oce pernah ngejelasin ini di tutor... Hehehhehehehehe. Jadilah saya kurang dari lima menit di depan panel. Dan ketika saya berbalik ke belakang, temen-temen saya ngasih tepuk tangan. Berasa dapet OSCAR deh....

So, setelah tanggal 9 Juni, rasa-rasanya ujian berakhir, meskipun harus ngadepin ujian tulis tanggal 16 sampe 20 ini. Yah, minimal beban saya tinggal Tugas Akhir PHI1 yang belum kelar, masih 20%. Tapi saya yakin, bakal kelar cepet kok....

Folks, let's get the Ujian Tulis begin....

Cherss.....

PS : Stop to gossiping me!!! Itu cuma nambah pikiran saya aja. Kamu gak mau kan saya berubah......

Siapa Yang Salah...

Kesalahan terbesar dalam hidup saya adalah...
Ketika saya salah, saya tidak melihatnya sebagai sebuah kesalahan.
Ketika seharusnya saya bisa berbuat benar, saya malah memilih untuk bertindak tidak sesuai aturan.
Ketika saya bisa memberikan sebuah kontribusi, saya memilih untuk tidak peduli.
Ketika saya tahu pasti bahwa kesalahan ada di diri ini, saya malah menyalahkan dunia.

Semuanya terjadi, saya sadari, tapi tidak berusaha untuk memperbaiki.
Pepatah bilang, belajarlah dari kesalahan, ketika saya membuat pernyataan, kesalahanlah yang harus belajar dari saya.
Mengapa sering saya berbuat salah.
Menyalahkan lainnya.
Tak peduli.
Meski akhirnya menyiksa diri sendiri.

Kalau sudah seperti ini, siapa yang harus saya salahkan.
Keadaan.
Lingkungan.
Sahabat.
Lawan.
Atau seharusnya saya menyalahkan diri sendiri.

Entahlah...