Thursday, June 18, 2009

Kabar Kabur Semester Empat

Sudah lama saya gak curhat masalah kehidupan akademik saya di kampus. Terakhir curhat mungkin pada saat saya nulis tentang MNC kali ya. Nah, sekarang ini semseter genap telah berakhir. Yeay, yang artinya udah empat semester saya habiskan di Jurusan Hubungan Internasional, UNPAD. Tambah satu semester alih tahun juga sih.

Ujian telah berakhir. Ga ada lagi deadline-deadline tugas. Ga lagi tidur tengah malam, bahkan menjelang pahi, dan pernah ga tidur sama sekali, buat ngerjain tugas. Ga ada lagi bangun pagi buat ngejar kelas pagi. Ya, yang sekarang saya tunggu adalah nilai-nilai dari sebelas mata kuliah yang saya ambil serta kapankah pendaftaran semester alih tahun. SAT saya gunakan buat ngambil mata kuliah ke atas ya, bukan untuk ngulang. Alhamdullilah, sampai hari ini di transkrip nilai saya hanya ada satu nilai C untuk mata kuliah Filsafat Ilmu, yang males banget diulang.

Oke, sekarang kita review aja tuk mata kuliah yang saya ambil di semester ini. Ujiannya, tugasnya, dosennya, sampe prediksi awal nilai saya.

PENGANTAR HUBUNGAN INTERNASIONAL II

Well, mahamatakuliah yang satu ini adalah rangakaian terakhir dari trilogi PIP-PHI1-PHI2 yang diampu oleh Pak Arbay. Mata kuliah ini berfokus pada isu internasional yang dikaji oleh Hubungan Internasional. Kelasnya sangat penuh, mengingat seharusnya ini mata kuliah ada di semester tiga, tapi ternyata, dengan adanya perubahan kurikulum JHI, jadilah dia di semester dua, yang artinya saya sendiri terlambat mengambil beserta 110an lebih angkatan 2007. Bayangkan 110 anak 2007 tambah 200an anak 2008 tambah yang ngulang samadengan penuhnya B.30X. Well, saya sendiri jarang masuk kuliah setelah beberapa perkuliahan. Mata kuliah, yang sesuai tradisinya, mengenal tutorial, ternyata ga ada dong semester ini. Jadilah ujian akhirnya yang lisan menjadi satu-satunya ujian terberat yang tanpa beban, nothing to lose... Dan sayapun gagal ujian akhir. Prediksi nilai C, maksimal B kalau TA saya bagus dan nilai UTS bagus....

DEMOKRASI DAN HAM

Mata kuliah yang sebelumnya ada di semester tujuh ini ternyata bergeser ke semester dua. Walhasil menghasilkan banjir mahasiswa yang lebih parah dari PHI2, karena angkatan 2005 dan 2006 banyak yang belum ngambil. Dosennya Kang Satriya. Materinya lumayan lah ya. Prediksi A, kalo apes B.

ORGANISASI INTERNASIONAL II

Dibandingkan dengan mata kuliah pendahulunya, OI1, beban kuliah OI2 semakin berat kawan-kawan. Dengan adanya tutorial yang minimal sepuluh kali, kelas debat, tugas resume setiap minggu, dan lain-lainnya, memang kelihatannya berat banget. Tapi, mata kuliah ini lah yang paling ok untuk semester empat ini. Tim pengajarnya Teh Sendy, Teh Nur, Teh Deasy, dan tutor saya, Teh Windu. Tapi beneran deh, kerasa beda banget kuliah OI2 sama kuliah mata kuliah lainnya. Terbukti bahwa tulisan saya paling bener di UAS OI2, jawaban saya paling rasional di sini, dan kertas ujiannya pas terisi. Prediksi A, ayolah, OI1 saya udah A nih... Hehe...

HUKUM INTERNAIONAL II

Mata kuliahnya Pak Hasdik ini menjadikan anak HI akan bergelar S.IPHOA. Sarjana Ilmu Politik, Hukum, Oceanografi, dan Aeronautica. Ya, kali ini kerjaan kita adalah memandangi Hukum Laut, Hukum Udara, dan Hukum Luar Angkasa. Setiap Minggu. Dengan UTS dan UAS dadakan. Juga dua makalah. Serta tugas-tugas kecil sebanyak 2-5 halaman. Yang ini udah ga diprediksi karena udah keluar, nilai saya B. Makasih banyak, Pak. Ga tau deh kalo harus ngulang lagi mata kuliah ini.

BAHASA PERANCIS II

Sempet ganti dosen dari Madame Savitri ke Madame Meumeut, karena Teh Vit nya ke Malaysia, dan ke Madame Savitri lagi. UTS saya ngulang. UAS udah pasti salah sepuluh soal. Hopeless. Alhamdulillah dapet A. Merci, madame. J'aime Francais.

EKONOMI POLITIK GLOBAL II

GeJe. Untung dapet B.

HUBUNGAN INTERNASIONAL DI AMERIKA

Kelasnya Pak Asgar, yang di bantu Pak Gilang. Seru. Deg-degan. UTS ga ikut karena telat masuk kelas, dapet tugas pengganti. Dapet A dong. Makasih Pak Asgar dan Pak Gilang.

HUBUNGAN INTERNASIONAL KAWASAN

Pak Reza nih dosennya, sayangnya saya jarang masuk. Heheheheh. Karena udah ngambil Regionalisme, jadinya rada bingung sama bahasan ini. Prediksi B, atau kalo Pak Reza baik A. Haha...

RESOLUSI KONFLIK

GeJe. Tugasnya lumayan lah ya. Kalo kuliah penuh banget. Untung dapet B.

GLOBAL GOVERNANCE

Teh Sendy yang ngajar. Materinya ngawang deh. Mata kuliah baru sih ya. Presentasi gue okey banget deh. Prediksi A, ayolah teh masa dapet B.

PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM POLITIK DUNIA

Mata kuliah baru yang diampu Pak Widya sama Teh Viani. Seru. Tugasnya seru. Presentasinya seru. Prediksi A. Hehehehe..... Oh ya, saya pernah curhat mata kuliah ini kan di blog.


Nah, dengan prediksi di atas, ga tau deh IPK saya akan jadi berapa. Males ngitung dulu. Hehehhe...

Oh ya, buat SAT, rencananya saya mau ngambil HI AFRIKA, HI TIMTENG, BISIN, sama TRANS-CRIME, atau tambah KOMEDGLOB kali ya....

Sekian deh,


David



Monday, April 20, 2009

Hanging On The Wall...

Belum lama ini, saya membaca salah satu blog dari actor Indonesia, Christian Sugiono. Di buat terkejut juga saya dengan tulisan nya yang rutin, dan tentu saja berbobot. Heran aja ada artis, dengan kegiatannya yang seabrek masih sempet nulis lagi. Bagus lagi... Nah, di salah satu postingan nya itu ada yang ngebahas tentang non digital desktop. Non digital desktop, menurut Tian, adalah tempat di mana kita menempatkan barang-barang yang mungkin dalam waktu dekat akan dipake kembali, jadinya kita ga harus nyari barang-barang tersebut ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, karena dengan hanya melihat ke desktop kita bisa langsung nemuin benda-benda itu. Intinya, sama kali ya dengan desktop PC atau notebook, tempat di mana file penting dan shortcut berada.

Jujur, saya ga punya non digital desktop. Alesannya, meja belajar saya di kosan memang tidak berfungsi sebagai non digital desktop karena udah cukup penuh dengan bahan kerjaan. Apalagi kalo lagi deadline tugas atau kerjaan, beuhhh, yang ada malah buku-buku dan kertas-kertas yang hampir menutupi semua wilayah meja. Kalo udah gini keadaannya, saya lebih memilih menaruh barang-barang penting, seperti HP dan dompet, di kasur. Jadi, technically, saya gak punya non digital desktop.

Tapi saya punya dinding. Mulai binggung??? Maksudnya, saya punya beberapa benda yang tergantung di dinding kosan, dan semua nya penting. Makannya saya nulis posting ini untuk share apa aja sih yang ada di dinding saya.

Basically, dinding saya ya sama aja sama dinding kosan lainnya. Bercat putih, boleh ditempeli apa aja, dan akan menemani saya selama saya ga pindah kosan. Mulai dari awal saya kuliah dan ngekos, ada beberapa benda yang emang udah saya gantung di sini, dan seiring berjalannya waktu, benda-benda tersebut nambah dan sekarang jadilah dinding saya ini fitur paling rame daripada benda-benda lainnya yang ada di kamar saya.

So, tanpa basa-basi lagi, please welcome my wall...


Ini benda pertama yang ada di dinding saya, Schedule Board. Inget banget ini benda dinding pertama yang saya beli. Pertama kali liat, di kosan temen saya, dan ini sangat berfungsi banget loh. Berada tepat di atas meja belajar, jadinya semua jadwal deadline tugas, kerjaan, bayaran, dll saya tulis di sini, selain emang saya masukin di reminder HP. Beda ternyata rasanya kalo kamu liat deadline yang ditulis sama deadline di reminder digital. Tulisan akan lebih ngena dan ngingetin bahwa ada sesuatu yang harus diselesaikan. Di board ini juga ada kolom target, dan saya isi dengan target-target saya, yang ternyata isinya adalah target jalan-jalan gratis ke luar negeri, alias beasiswa... Hahaha.... Yang paling bawah itu kolom note sebenarnya, cuma saya tulis quote dari Paulo Coelho aja, kata-kata dari The Alchemist, yang menjadi motivasi saya, bahwa kalo saya mau, pasti saya bisa.



Nah, yang selanjutnya adalah Styrofoam board, yang menurut saya adalah aksesoris paling ribet di kamar saya. Board ini saya beli bersamaan dengan schedule board. Saya letakan board ini di dinding samping kiri, di mana ketika saya duduk di depan meja belajar, dan menolehkan kepala ke kiri, maka yang akan terlihat adalah board ini. Benda ini bisa dikatakan kumpulan bermacam-macam hal penting yang punya memori dalam hidup saya sampai sampah-sampah penting yang ga tau kenapa harus saya tempel di sana. Okey, saya akan mulai menjelaskan apa yang tertempel di sana. Pertama, foto saya bersama DC (Debating Circle) UNPAD. Foto ini dibuat pada saat tahun pertama saya bergabung dengan mereka, kalo ga salah sih setelah turnamen pertama saya. Sebuah kumpulan orang-orang yang akan berenergi ketika mereka mempertahankan sebuah pemikiran atau menyangkalnya. Yang kedua, mini poster Rectoverso. Selanjutnya ada syal panitia ketika Renville 2008, kuning untuk divisi Acara. Guntingan Kompas, yang bergambar H. E. Marti Natalegawa, ketika vote abstain untuk sebuah kasus di PBB. Tiket nonton. Tiket travel. Jadwal ujian. Tiket konser. Tulisan tentang harapan saya ketika SMA. Badge OSIS. Postcard dari Italia, yang dikasih sama Anggi. Hingga daftar absen di SMA. Benar-benar penggabungan sampah dan memorial kan. Hahaha. Kdang-kadang saya bertanya kepada diri saya sendiri, mah sampai kapan saya hanya punya sau board, kalo setiap ada sesuatu yang menurut saya penting akan saya tempel di sana..???



Yang ini adalah kumpulan Name Tag dari berbagai kegiatan yang saya ikuti. Saya sangat senang mengkoleksi name tag sejak SD. Menurut saya, dengan melihat name tag ini, saya akan teringat dengan apa yang telah saya lakukan di luar kegiatan akademis. Dude, I'm a kind of multi tasking person.. Hehe. Jadinya, menurut apa yang di gantung di sana, selama masa kuliah saya ini, saya sudah mengikuti kurang lebih 10 kegiatan non akademis, dan akan terus bertambah karena saya masih punya waktu kurang lebih satu setengah tahun lagi (Amin...) sebelum saya meninggalkan bangku kuliah ini. Kalo diingat-ingat lagi, banyak cerita seru dibalik name tag itu. Contohnya, name tag SYMPHONESIA. Yang teringat adalah hari-hari di sabuga, nungguin check sound, trip ke Jakarta buat meeting, tiba-tiba di telpon untuk meeting dan bolos kuliah, nelfonin dan ditelfonin managernya Maliq & d'essentials, kerjaan backstage yang membuat saya ngebawa botol Aqua ke mana-mana, malam-malam penuh rundown, lari-lari sayap-kanan-sayap-kiri hanya untuk memastikan akan yang dikatakn Widi (patner-in-crime-untuk-masalah-managing-stage), berdua sama Lydia ngasih tau waktu off buat MC, ngasih sign pake senter, sampe ke atas panggung dikerjain MC hanya karena HT saya off. Hahaha. Lain lagi kalo liat name tag PNMHII XX. Yang keinget adalah semalem nginep di Apartemen Setaibudi, bawa-bawa koper ke venue Symphonesia (yup, PNMHII held right after the busy Symphonesia), flight pertama ke Riau (yang sebenarnya pengalaman pertama terbang), kamar yang 'out of expectation', ceceran materi tentang 'mari selamatkan hutan', makanan pedas, betapa besyukurnya kuliah di UNPAD, kemana-mana dikawal Patwal, ke Siak cuma liat Mesjid dan jembatan, Pasar Bawah dan kalap, hingga menggila terbang ke Semarang dari Jakarta. Hahaha....



Dan gongnya saudara-saudara, adalah ini, sebuah dua-katon-yang -dijadikan-satu-warna-ungu-atau-pink-tua, ini adalah kejutan pada saat ulang tahun saya yang ke 20, berisikan tanda tangan dan entah-apalah-yang-mereka-katakan untuk saya sebagai birthday wishes... Hahahah... I Lve It, so much...

So, what's actually on your wall???


David


PS : Silly me, I never have a mirror hanging on my dorm room wall. Hhahaha

Monday, March 09, 2009

Mengapa Terlambat dan Akhirnya Hilang?

Mengapa ini terlambat disadari?
Mengapa dulu ini dipertanyakan?
Mengapa dulu tidak berani?
Mengapa dulu terpisah?
Mengapa ketika sadar, hubungan kita sudah tidak ada lagi?
Mengapa setiap hari dia bertambah cantik?
Mengapa tidak bisa ke lain hati?
Mengapa dipertemukan kembali?
Mengapa dia ada yang punya?
Mengapa sekarang?
Mengapa?


... hanya ada satu jawabnya,
karena Tuhan punya rencana lain,
dan karena itu adalah misteri...

Tuesday, March 03, 2009

Oficially...

Sebenernya sih saya ga mau posisi ini,
sebenernya saya ga terlalu involve di sini,
tapi akhirnya ....


I"M OFFICIALLY BECOMING THE NEW EXECUTIVE SECRETARY FOR ESU UNPAD....


Kinda weird, huh?

Wednesday, February 18, 2009

Multinational Coorporations dan Budaya, catatan setelah kuliah...

Gini nih jadinya kalau ternyata ngambil mata kuliah yang pas, dengan tim dosen yang yahud pula. Apa yang kita bicarakan di kelas merupakan suatu yang worth it untuk disimak dan juga diceritakan. Dan jujur, jarang banget saya ketemu kombinasi mata kuliah yang seperti ini. Makannya, saya sangat bersemangat untuk masuk kelas ini, meskipun baru mulai jam 1 siang, setalah dua mata kuliah yang sangat berat.

Namanya PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM POLITIK DUNIA. Nama bekennya, MNC. Merupakan salah satu mata kuliah pilihan untuk semester 4, selain Migrasi Internasional dan Hukum Perdata Internasional. Mengapa saya pilih mata kuliah ini daripada yang lainnya adalah karena menurut saya bahasan MNC ga akan ada habisnya. Mau dibahas dalam perspektif manapun, MNC tetaplah menarik. Apalagi sekarang ini, MNC ada di mana-mana, dan merupakan salah satu penyedia lapangan pekerjaan yang memungkinkan untuk dimasuki oleh lulusan jurusan HI.

Selain itu, mata kuliah ini adalah mata kuliah baru. Belum pernah ada sebelumnya di HI UNPAD. Juga menurut dosen pembimbingnya, mata kuliah ini jarang diajarkan di jurusan yang sama di universitas lain. Mungkin hanya sedikit yang membahas MNC menjadi salah satu mata kuliah. Salah satu universitas yang mempunyai MNC sebagai mata kuliah adalah University of South California, dengan Multinational Enterprises in Global Politics.

Mengenai dosennya, saya baru kenal Bu Viani, atau yang lebih sering dipanggil Teh Viani. Beliau adalah dosen mata kuliah Pengantar Ekonomi di semester 1. Dan saya akui, Teh Viani adalah satu dari sekian dosen HI UNPAD yang bisa diandalkan. Untuk dosen utamanya, Pa Widya, saya belum pernah ketemu, kecuali di account Facebooknya.

Cukup untuk pengantarnya, langsung pada apa yang saya ingin sampaikan di sini.

Judul di atas merupakan hasil dari pertanyaan saya di kelas siang ini. Perkuliahan hari ini sebenarnya membahas apa itu MNC dan bagaimana perkembangannya secara umum. Dan seperti biasanya, setiap hampir akhir perkuliahan, sang dosen akan memberikan waktu untuk pertanyaan, yang sayangnya terkadang mahasiswa memilih untuk diam karena injury time. Termasuk saya juga sih, dengan alasan yang berbeda tentu saja, karena memang kalau ga ada yang perlu ditanyakan, saya memilih untuk diam.

Tapi tidak untuk kali ini, karena ada sesuatu di pikiran saya, dan juga belum injury time...

Jadi saya pun bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi, MNC membuat gaya hidup baru di masayarakat, atau justru gaya hiduplah yang memberikan kesempatan kepada MNC untuk berkembang?" Wew, saya terkagum sendiri lho dengan pertanyaan ini, karena biasanya saya malas bertanya, kecuali di tutorial, apalagi kalo bertanya sampe tataran filosofisnya. Saya, yang orangnya simple, lebih memilih untuk diam dan mencatat.

Nah, ternyata pertanyaan saya ini cukup membuat kelas menjadi dinamis, dalam artian banyak yang mengemukakan pendapat, dengan parameter biasanya kelas saya cenderug statis, maka ini adalah sebuah kemajuan. Ada yang berpendapat bahwa MNC akan membuat budaya baru. Yang dimaksud di sini adalah bahwa dengan adanya produk yang ditawarkan MNC, masyarakat akan meliahtnya sebagai sesuatu yang baru, sehingga sebuah kebiasaan/ life styles/budaya baru akan terbentuk. Antitesis nya adalah bahwa jika produk tersebut tidak ada, maka tidak akan terjadi perubahan dalam masyarakat. Entah perubahan itu negatif datau postif, itu adalah ekses dari sebuah perubahan, dan ini tergantung dari bagian mana kita memandangnya dan menjalaninya. Pendapat kedua, yang bisa dibilang berseberangan dengan pendapat yang pertaman, adalah bahwa MNC melihat budaya tersebut sudah ada di masayarakat, sehingga investasi atau pengenalan produk baru sangat dimungkinkan. Mungkin logika berpikir di pendapat ini adalah bahwa ketika MNC akan berinvestasi, budaya tersebut sudah ada, sehingga akan mudah bagi perusahaan tersebut untuk memasarkan produknya. MNC tidak akan mengambil resiko besar dengan tidak mempertimbangkan karakteristik masayarakatnya ketika akan berinvestasi, atau dengan bahasa lain tidak mempertimbangkan faktor internal dari masyarakatnya.

Lalu, mana yang benar? Atau menurut Pa Widya, pertanyaan ini adalah mana yang lebih dulu, ayam atau telurnya?

Mari beranalisis....

Pertama, pendapat bahwa budaya diciptakan oleh MNC. Ketika sebuah MNC masuk ke suatu negara, dan banyaknya melalu waralaba, MNC tersebut bukan hanya membawa produk baru atau sistem manajemen baru pada masayarakatnya. MNC ini juga membawa budaya, the values of culture. Sebagai contohnya adalah Strabucks. Gerai kopi yang berasal dari Amerika Serikat ini membawa budaya minum kopi. Bahwa sebenarnya kopi dapat dikonsumsi siapa saja. Ketika selama ini kopi diidentikan dengan orang dewasa, pegawai kantoran, hingga masayarakat kelas bawah, Starbucks membuat kopi menjadi gaya hidup. Lihat saja gerainya yang memang dapat ditemui di pusat perbelanjaan atau jalan protokoler. Tentu saja target pasar Strabucks adalah mereka yang memang biasa hang out di mall, lebih spesifik lagi anak muda. Lihat saka bahwa saat ini mayoritas anak muda, yang memang mempunyai uang saku lebih, akan lebih memilih untuk ngopi di Starbucks, tentu saja tidak semua berpikiran seperti itu. Lalu apa yang dijual Starbucks sebenarnya? Kopi? Atau gaya hidup? Saya lebih berpikiran pada opsi yang kedua, bahwa ketika anda membeli satu cup Vanilla Latte, yang anda ingin dapatkan bukan hanya Vanilla Latte saja, tapi juga atmosfer minum kopinya. Itulah yang sebenarnya dijual. Satu kali, saya pernah menyambangi gerai Starbucks di Cihampelas City Walk dan memang yang saya liaht adalah sekumpulan anak muda yang memang mencari atmosfer minum kopi. Orang yang memang addict caffein mungkin akan lebih memilih gerai kopi lain yang lebih dapat dijangkau kantong, namun lebih enak dari Starbucks.

Kedua, budaya yang telah ada memungkinkan MNC berinvestasi. Untuk ini, Starbucks lagi-lagi bisa menjadi contoh. Sempatkah terlintas di pikiran anda bahwa Indonesia mempunyai budaya nongkrong? Berapa banyak kedai kopi yang ada di sepanjang jalanan? Siapa yang menjadi konsumennya? Ya, lagi-lagi ini menjadi jawaban bahwa adanya Starbucks mengakomodir kalangan kelas atas untuk mempunyai tempat minum kopi yang nyaman. Target konsumennya jelas, eksekutif muda yang menyukai kopi dan butuh asupan caffein secara instan serta anak muda yang lebih suka pusat perbelanjaan daripada pasar tradisional. Inilah celah yang menjadi lahan MNC. Belum terjamah namun prospeknya menjanjikan.

Akhirnya, seperti yang Pa Widya kemukakan, pertanyaan ini harus dilihat dari dua sisi.

Sekian,

David.

PS. Posting ini mulai saya ketik ketika pertemuan pertama mata kuliah ini dan saya selesaikan setelah UAS. Hahaha.. Ternyata, saya sibuk juga...

PPS. Jujur, saya lebih memilih untuk menyeduh kopi instan di kamar kosan meskipun rasanya tidak seenak Starbucks. Tapi, bukankah cukup gila untuk membayar hampir Rp. 40.000 untuk satu cup Medium Ice Vanilla Latte with Light Sugar... ;P


Saturday, February 14, 2009

Pilek.....

.... dapat didapatkan jika kamu,

  • malamnya tidak makan, demi menjaga program diet nya...
  • tapi sebelumnya kehujanan....
  • dan paginya cuma makan kupat tahu....
  • dan rapat sampe sore....
  • yang akhirnya ga bisa tidur malamnya....
  • dan males bikin teh anget....
  • baru bangun jam sembilan pagi dengan pusing...
Try it, It's Nice!!!!




David,
shhhhhsrooot

Thursday, February 12, 2009

TERLELAP....

Setelah satu harian berkutat dengan kampus....

Dan rapat di malamnya....

Yang diinginkan hanya satu

TERlelap....

Karena dalam delapan enam jam ke depan...

Sebuah hari telah menanti...

Tuesday, February 10, 2009

Berdamai dengan Masa Lalu...

Mungkin posting ini akan menjawab sebuah pertanyaan sebagai berikut : Pernakah kamu berdamai dengan masa lalu? Mengapa kita berdamai dengan masa lalu? Bagaimana jika kita tidak memilih untuk berdamai? Bagiamana caranya kita berdamai dengan masa lalu, meskipun itu menyakitkan?

Semua pertanyaan tersebut saya dapatkan setelah menonton film Claudia Jasmine. Dan bagi kamu yang mendapatkan pertanyaan itu sekarang, dan belum menonton filmnya, saya sarankan untuk menonton. Claudia Jasmine, sebuah film Indonesia yang menurut saya berbeda dengan film Indonesia pada umumnya. Saya tahu ini film layar lebar, dan pernah diputar di jaringan 21. Namun, saat itu selain tidak ada waktu, saya pun masih ragu-ragu untuk nonton film Indonesia yang satu ini. Tahu kan kalo film Indonesia jarang ada yang menggigit. Apalagi ketika liat line up nya, Nino Fernandez, Andhika Pratama, Kinaryosih, dan Kirana Larasati. Saat itu, saya masih menjudge film berdasarkan pemainnya. Saya akui itu. Prinsip saya, tonton semua film Dian Sastro dan Nicholas Saputra, and the rest can wait. Tapi sekarang, saya sudah, mungkin, lebih terbuka. Toh, banyak juga film bagus dengan pemain selain Nico dan Dian.

Nah, Claudia Jasmine sendiri dibuka dengan cerita dua orang yang berbeda, Claudia (Kirana Larasati) dan Jasmine (Kinaryosih). Yang satunya masih SMA, yang satunya udah jadi SPG. Awalnya sih diceritain gimana si Claudia itu dan Jasmine, with their own life. Hingga sebuah titik dimana Claudia hamil karena pacaranya (Andhika Pratama) dan Jasmine dilamar oleh pacarnya (Nino Fernandez), yang akhirnya ditolak dengan sebuah alasan ...

... bahwa Jasmine yang sekaranga adalah Claudia di masa lalu. Setelah mengaborsi kandungannya, Claudia dan keluarganya memutuskan pindah ke Jakarta dan menggunakan nama belakangnya, Jasmine. Jasmine, yang selalu meminum kopi hitam pahit, merasa bahwa masa lalu selalu mengikutinya, dan dia tidak bisa mempunyai masa depan yang diinginkannya karena apa yang telah terjadi. Hal itu juga yang menjadi alasan mengapa lamaran itu ditolak.

Namun, diakhir film, lamaran pacarnya diterima, dengan sebuah proses berdamai dengan masa lalu. Jasmine akhirnya menerima masa lalunya sebagai sebuah bagian dalam hidupnya. Toh, masa lalu tidak dapat diubah, itu sudah terjadi, namun bagaimana kita menghadapinya itu yang penting. Selain itu, ada juga cerita tentang teman SMA nya, yang sudah kuliah di Jerman, yang ingin melamar Jasmine, namun diurungkan niatnya karena tahu Jasmine hanya menganggapnya saudara. Ini juga salah satu bentuk berdamain, namun berdamai dengan kenyataan, yang harusnnya udah diketahui dari masa lalu.

Anyway, berdamai dengan masa lalu memang ga gampang. Butuh proses, kadang cukup dengan beberapa hari, kadang itu memakan waktu bertahun-tahun. Belum lagi segala daya upaya untuk menjadikan masa lalu itu bukan mimpi buruk. Banyak orang biasanya memilih untuk mengganti rutinitas, hal-hal yang bisa mengaitkannya dengan kejadian tertentu. Atau hanya membutuhkan perenungan sebentar saja lalu, wusss, masa lalu itu hilang seperti ada peri baik hati yang menggoyangkan tongkatnya.

Namun, apapun itu caranya, berapapun waktu yang dibutuhkan, dan seberapa beratnya proses itu harus kita lalui, berdamai dengan masa lalu itu penting. Bagaimana bisa kita menatap masa depan dengan optimis jika dalam diri kita masih ada bayangan kelam dari hari kemarin? Bukan maksud untuk menghilangkan masa lalu dalam kehidupan seseorang, namun bukankah masa lalu itu untuk dikenang, dan bukan untuk ditakuti? Mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi sehingga tidak terulang lagi? Dan untuk apa itu semua, selain untung hidup tenang, tentu saja untuk sebuah masa depan yang lebih baik. Iya kan?

Lalu, bagaimana caranya untuk berdamai dengan masa lalu? Bagi saya, yang kadang belum bisa deal with the problem, mulailah dari hal simpel, seperti memaafkan. Ya, maaf adalah obat yang mujarab untuk menekan emosi. Saya percaya ketika kita emosi, salah satu hal yang menjadi 'the anger button' adalah masa lalu. Sekali masalah itu dibahas, jadinya bisa panjang. Tapi coba kalau kita sudah memaafkan apa yang terjadi, memaafkan orangnya, memaafkan tempatnya, memaafkan kejadiannya, hingga memaafkan diri sendiri. Kadangkala apa yang terjadi di masa lalu itu karena diri kita sendiri kan. C'mon guys, be a saint by forgive them. Toh, memaafkan adalah salah satu kebaikan juga. Hingga akhirnya, ketika kamu sudah bisa memaafkan, ketika masa lalu jadi pembicaraan, kamu sudah bisa tersenyum menghadapinya.

Saya akui, saya juga pernah, dan kayaknya juga masih, bermasalah dengan masa lalu. Ada beberapa bagian masa lalu yang belum bisa termaafkan. Toh, proses itu masih jalan kok bagi saya. Dan untuk bagian masa lalu yang sudah termaafkan, hidup rasanya sedikit ringan. Karena pada dasarnya dalam hidup kita akan mengalami masalah kan, yang mana akan membuat hidup berat, dan teorinya semakin lama hidup dan semakin panjang usia kita, semakin banyak masalah yang akan dihadapi kan?

Makannya, mulailah memaafkan, dan berdamai...




Something Inside,
David.

Wishlists...

In order to welcoming the birthday of David, he has some wishes... So fell free to pick them as the idea for the present. The birthday man, because he will be 20 y.o will happy to receive that.

So, here the list...
  1. Olivia - The Best, CD. He saw it at Disc Tarra.
  2. Shoes, light brown, or brown, or white. Puma will be okay. His size is 45.
  3. Nokia E61 or E71 or BlackBerry. hahahhhaha. LOL.
  4. Slim Fit Long Sleeve or Short Sleeve Shirt. Baby Blue, White with Stripes, Black with Stripes, Light Green. Argadine is OK. He forget his size.
  5. A very good book.
  6. A girlfriend. He never have one. Hahahhaha. LOL
  7. Everything that wanna make him cry. Meaning a very suprise present.
Hohohohohoh.......



PS : Saya lagi ga ada kerjaan, jadi ngebuat ginian...

Friday, January 02, 2009

SYMPHONESIA.... Catatan yang ingin tercatatkan..

Sebenernya udah lama banget pengen nulis tentang SYMPHONESIA. Sayangnya baru sekarang ya bisa tersalurkan. Temen-temen lainnya udah bayak banget yang nulis tentang ini, rata-rata sih di Facebook dan ngetag temen lainnya. Sayangnya saya bukan tipe orang yang suka untunk nulis note di FB, saya lebih suka nulis di blog. Dan karena segera setelah SYMPHONESIA saya pergi ke Pekanbaru, dan diikuti kegilaan lainnya, baru sekarang ini bisa nulis. Meskipun ya, keliahatannya euphorianya udah selesai, ga ada salahnya toh, kalo ini diceritakan juga. Meskipun menulis ini ditengah-tengah deadline tugas, well, ini saran relaksasi juga kan...

Nah, apa sih SYMPHONESIA??? Bagi kamu mahasiswa UNPAD jurusan HI, keterlaluan kalo ga tau. Bagi kamu mahasiswa UNPAD Jatinangor, pernah liat baligho segede gaban di bunderan boulevard, pernah liat orang tereak "Symphonesia..." di gerbang lama, atau malah pernah ditawarin tiketnya.. Bagi anak-anak UNPAD Dipatiukur, baligho depan kampus DU udah cukup besar ya... Bagi anak ITB, konon katanya, spanduknya ada di Ganesha, dan tentu saja balighonya di depan jalan ke SABUGA... Bagi masayarakat Bandung, yang juga mendengarkan Radio Ardan, pasti pernah denger iklannya. Bagi yang ga tahu, makannya saya sekarang nulis. Hehe..

SYMPHONESIA, atau seperti disingkat panitia lain sebagai Sympho, merupakan sebuah proyek besar Himpunan Mahasiswa HI periode 2007-2008. Awalnya sih ini dicetuskan sebagai sebuah IR EXPO, yang ingin mengumpulkan semua elemen HI UNPAD dalam sebuah perhelatan akbar. Nah, di Rapat Kerja HIMA tercetuslah ide ini, meskipun pada saat itu belum menjadi sebuah konsep matang, tapi hanya sebuah blueprint. Untungnya Departemen Seni Budaya, yang saat itu masih di bawah Teh Niken, punya program Gelar Budaya Nusantara. Akhirnya, program kerja itulah yang menjadi landasan utama IR Expo, saat itu belum menjadi Sympho. Dengan catatan : semua departemen di bawah HIMA memberikan sumbangsihnya, dalam kepanitiaan, dan juga acara. Jadilah semua departemen, yang memungkinkan untuk memasukan acaranya ke dalam Sympho, mendelegasikan acara nya, yang notabene program unggulan ke dalam struktur Sympho.

Pada saat itu, saya masih berada di bawah Departemen Kajian. Kajian biasanya identik dengan seminar, diskusi, dll. Makanya, untuk Sympho kajian memasukan Seminar sebagai salah satu mata acara Sympho. Meski akhirnya, format seminar itu berubah menjadi talkshow. Temanya sih masih sama dengan tema utama dari Sympho, yaitu kebudayaan. Nah, saat memilih siapa yang akan menjadi Penanggung Jawab acaranya, yang available saat itu adalah Dennis. Maka jadilah ibu yang satu itu menjadi perwakilan Kajian di kepanitiaan inti Sympho. Nah, saya di mana ya???

Saya sendiri bergabung di bawah Divisi Acara, tepatnya di bawah Konser. Penanggung jawabnya sendiri adalah Okky, yang sekarang jadi Ketua HIMA. Sebenernya saya kurang deket sama Okky sebelumnya. Hanya tau kalo dia adalah ketua Makrab 2006. Nah, kenapa saya masuk kesana ? Jawabannya, pertama karena saya memang milih untuk masuk ke konser. Dengan bayangan konser besar, saya jadi antusias untuk masuk ke divisi ini. Kedua, karena saya pernah jadi Show Director untuk HI-Lite. Ketiga, karena mungkin cuma di sini saya bisa kerja. Hehehe.

Nah, di konser, kita sebenernya bertugas untuk membuat sebuah pagelaran seni sebagai puncak dari acara Sympho sendiri. Apa sih yang menjadi menarik bagi sebuah pagelaran? Pastinya, bintang tamu. Mulailah kita menyusun list artis, mulai dari yang indie sampe label gede. Mulai dari yang pop sampe rock. Mulai dari jazz sampe dance. Setelah disusun, serta mempertimbangkan budget yang ada, mulailah mengontact para manager untuk ngecek jadwal si artis dll. Saya, ternyata, kebagian untuk RAN sama Maliq & d'essentials. Untuk RAN ternyata ga available. Untuknya Maliq bisa. Jadilah Maliq menjadi headliner konser kebudayaan Sympho dengan artis lain seperti SORE, MOCCA, Closehead, DEP, dll. Lalu dimana letak kebudayaannya? Kita juga menghadirkan penampilan kebudayaan dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Saman, Saung Angklung Udjo, dll.

Ternyata kerja saya cukup edan saat itu. Menjadi penghubung untuk Maliq, termasuk nego fee dan riders, memberikan saya pelajaran bahwa kerja di dunia entertainment bukanlah sebuah kerjaan yang mudah. Untuk menampilkan sebuah tontonan yang kelas satu, sebuah band pasti berurusan dengan sound, lighting, akomodasi, logistik, transportasi, dll. Jadilah saya tahu mengapa fee yang dibayarkan menjadi sangat worth it. The price tell us the performance. Dan itu yang terjadi dengan Maliq. Bisa dikatakan. Maliq lah bintangnya malem itu. Dan untuk mendatangkan Maliq, serta menampilkan yang terbaik, persiapan bukan hanya dalam satu dua hari. Jadi inget saya, malem-malem sama Aji dan Indra, anak logistik yang in charge buat sound dan lighting, ke tempat orang soundnya, dan saya tau betapa ribentnya nyiapain semua audio itu. Hehehe.. Belum lagi, harus selalu keep contact sama Dita, koordinator Akomodasi, untuk mastiin semua akomodasi band pas manggung.

Setelah semua persiapan pra konser hampir selese, tugas baru pun datang. Kali ini saya ditujuk untuk menjadi Stage Manage I. Mulailah membuat rundown, memikirkan stage flow, alur artis, dll. Dan puncaknya hari H, saya harus selalu di samping panggung untuk koordinasi ke SM lainnya, ke Koor lainnya, ke koor saya, ke sound, ke lighting, dll. Total hapir dari 10 jam pertunjukan terbayar ketika saya melihat venue penuh, tepuk tangan membahana, sing along, dan jeritan penonton. Semua terbayar dalam satu malam.

Untuk itu, saya disini ingin memberikan terimakasih dan acungan jempol untuk :

  1. Allah SWT, Yang Memudahkan Semuanya. Untuk kekuatan-Nya menjadikan saya bisa.
  2. Orang tua saya. Yang selalu sabar ketika anaknya ditelpon tapi tidak diangkat karena sedang rapat, untuk nasehatnya agar jaga kesehatan.
  3. Temen-temen yang ambil mata kuliah yang sama, untuk informasi tugasnya, ketika saya tidak masuk.
  4. Ricco dan teh Tara, untuk kepercayaan yang diberikan.
  5. Okky, koor yang selalu pusing, yang di hari saya akhirnya liat senyum di dirinya.
  6. Teh Niken, Widhi, dan Lidya, sesama SM yang riweuh banget. Khusus untuk Widhi, terimakasih karena udan bergabung dan memberikan tumpangan tidur.
  7. Brina, Ahmad, Uwie, Venda, Fransis. BSM yang menjaga artis kita.
  8. Insan dan Bembi. Technical Manager, yang membuat semua tampilan audio dan visual yang ok gila.
  9. Dityo, Aji, dan Indra, juga semua Logistik, dengan nama sandi BlackHawkDown. Untuk semua kebutuhan konsernya.
  10. Dita dan akomodasi. Makasih ya, untuk dikasih kamar Setabudhi, yang ga dipake..
  11. Ichel, Lo Maliq. Yang sangat sabar menghadapi Mas Adjie.... Yang udah menjadi penyambung kita.
  12. Semua Panitia, keluarga HI UNPAD, yang tidak tercatakan...


Ini adalah sebuah catatan, yang ingin tercatatkan...



Saya, Brina, Widhi, Teh Niken. After The Show.

Saturday, December 27, 2008

Saya ternyata...

ini..



atau ini...



sama saja...

Friday, December 26, 2008

A Lot Works to DO!!!!

Well, lima belas motions debat yang harus didefinisikan, dibuat case positif dan negatifnya, juga menemukan clashing poitnsnya, dan harus selese Minggu ini udah membuat saya kalang kabut...

Ditambah essay buat TC, yang mana harus belajar mengenai investasi, bikin case positif dan negatifnya, nyari faktanya, dan juga selese Minggu ini...

Ditambah tugas Lingkungan Hidup dalam HI, yang mana harus mencari fakta untu makalah, nulis tentang kebijakan lingkungan, belajar tentang Uni Eropa...

Ditambah tugas Organisasi Internasional, yang mana harus memutuskan apakah MNC itu OI, dan mencari teori yang relevan....

Ditambah tugas akhir Lingkungan Hidup dalam HI, yang mana harus menjelaskan salah satu kasus politik lingkungan, implikasinya, dan seterusnya...

Ditambah belajar untuk enam mata kuliah yang belum ujian akhir...

Sama dengan,

BEGADANG
DITEMANI KOPI
DAN TOLAK ANGIN
DAN LAGUNYA DEWI LESTARI
DAN TIDUR SEBENTAR....


Sigh...


David

Thursday, December 25, 2008

David setahun yang akan datang...

Well, saya pernah berjanji untuk mulai menuliskan resolusi saya tahun ini dengan sebuah metode baru. Menjadikannya sebuah file di laptop saya tercinta, menambahnya jika saya ada ide, dan mempublikasikannya beberapa hari sebelum tahun baru. Nah, sekarang udah mulai kebayang apa yang terjadi? Jika kamu tahu saya, maka akan tahu jawabannya.

Ya. Saya males. Hehehe... Males karena banyak ujian, ga ada ide, lupa filenya apa, banyak tugas, sampe males ga jelas. Intinya, sampe saya membuat versi publish ini, file itu ga berubah sama sekali. Sepat mikir juga sih, kan masih ada beberpa hari, secara saya membuat ini 25 Desember, untuk menyelesaikan semuannya. Sayangnya, liburan ini banyak banget yang harus dikerjain. Mulai dari tugas UAS, tugas TC IVED, sampe mau belajar, dan lain-lain. Jadilah saya membuat versi shortcutnya.

Saya tidak akan menunda membuat daftar resolusi saya, saya tidak akan menggunakan metode yang menurut saya efektif-fantastis itu, saya akan realistis. Dan izinkan saya untuk memulainya sekarang... (14.16 PM)

Sebenernya, hidup saya di 2008 ini bisa dikatakan luar biasa. Banyak banget kegiatan yang menurut saya sangat bermanfaat yang saya lakuin, selain tentu saja kewajiban saya untuk menyelesaikan SKS-SKS demi menuntut ilmu di HI UNPAD ini. Namun tenyata, setelah dianalisis, kegiatan saya yang seabrek itu telah membuat beberapa hal lain terabaikan. Setelah diingat-ingat, ada beberapa dari kegiatan tersebut yang ternyata resolusi saya tahun lalu..

Saya ingin mengingatnya kembali dan berusaha menjalankannya tahun depan...

So, here is DAVID'S 2009 Resolutions...

Memulai gaya hidup sehat (a.k.a mulai mikirin badan yang semakin besar...)


Hahahaha, ini sih sangatsangat klasik, mengingat ini udah menjadi resolusi saya sejak... Sejak kapan ya....??? Oh ya, sejak SMP. Dan ternyata setiap tahun, niat ya cuma niat aja. Dulu sih, pas belum kuliah, pas masih di Pekalongan, saya ini rajin renang, rajin lari, makan diatur, diet, dll.. Sekarang mah... Mau lari, males... Mau renang, jauh. Mau diet, takut migren. Mau jaga pola makan, kan saya di Bandung (yang mana surga makanan). Mau fitness, jauh dan ga punya uang. Tapi, taun depan yang ini harus dilaksanakan, entah seberapa besar susahnya. Ga usah yang ribet-ribet sih. Mulai dari jalan ke kampus, jaga pola makan (terutama nasi), puasa Senin-Kamis (sekalian ibadah), dan akan mulai fitnes, yaang berarti harus mulai menyisihkan sekitar Rp. 300.000,- per bulannya. Tapi target harus dipenuhi.. Heheheh..

Mulai milih-milih kerjaan

Selama ini, saya tipe yang hayu-hayu aja kalo disuruh ikut ini itu. Seringnya saya malah kecapean sendiri. Lihatlah posting saya bulan lalu, di mana saya sangat ribet dengan kerjaan saya. Hasilnya, tabungan terkuras, tenaga habis, kuliah sedikit goyang. Sekarang kamu udah makin dewasa kan Vid. Buat prioritas. Tentuin mau fokus ke mana. Susun mulai sekarang. Dan sebenarnya sih udah disusun. (Januari IVED, Februari kosong, Maret Java Jazz-kalo keterima, April NUEDC, Mei kosong, Juni kosong, Juli Agustus masih rahasia, September kosong, Oktober kosong, November Desember kalo jadi Symphonesia 2). Bukan maksud milih-milih sih, tapi demi kepentingan semua juga toh...

Banyakin pengetahuan


Intinya, kalo ke Gramedia jangan cuma liatin novel sama majalah doang. Bacalah sesuatu yang lumayan berat. Tahun depan udah 20 loh. Masa pikirannya sama kaya anak SMA.
Kalo buka internet jangan cuma FB sama blog. Baca artikel. Gituuuu....

Cari pacar


Well, I looking for you... Where are you? Hehehheheheh....

Lebih rajin ibadah

Hmmmm, mulai tobat lah. Sholatnya rajin. Ngajinya juga. Mulai dari situ dulu aja.

Mulai nulis artikel.

Calon editor majalah harus bisa nulis toh. Calon diplomat juga iya toh.

Nabung


Hahahahah, saya memang harus mulai nabung. Beli yang perlu aja. Pake yang udah ada. Oh no, I won't to be shopaholic anymore. Bangkrut gue...

Dewasa

Wajib. Inget umur

Jadi bijaksana


Udah saatnya ninggalin kebiasaan emosian, kebiasaan perasa, kebiasaan egois. Bijaksana itu jawabanya.

Dan akhirnya, menjadi saya yang lebih baik. Menurut saya, menurut orang tua, menurut teman-teman...

Well, selamat menyambut 2009 kalo gitu


David


PS : baru selese tanggal 28 Desember 2008 jam 18:27. Ternyata lama juga ya...



Liburan hanyalah L-I-B-U-R-A-N...

... karena saya harus bergelut dengan banyak hal. Habis tahun baru nnati, jadwalnya adalah UAS kawan-kawan, dan entah mengapa banyak banget tugas akhir yang merupakan tugas prasyarat UAS, dan saya harus belajar buat enam mata kuliah yang belum diujikan dari sepuluh yang saya ambil semester ini.

Sementara, tugas IVED juga gak kalah edunnya. Minggu adalah hari debat, and face it!!

Jadinya liburannya, SECARA RESMI SAYA TUNDA....


David


NB : tapi taun baruannya jadi kan ;P

Thursday, December 18, 2008

It has been a year and half then..

… yang berarti setengah jalan dari perjalanan akademis saya di Bandung ini sudah terlampaui. Banyak banget yang saya pelajari di sini. Bukan cuma teori-teori politik klasik, paradigma mainstream di Hubungan Internasional, atau pun berubahnya politik dunia. Leih dari itu. Palajaran menjadi seorang manusia juga saya dapatkan di sini, di satu setengah tahun ini. Bagaimana beinteraksi dengan orang banyak, dan baru, bagaimana menghadapi konflik, bagaimana menenpatkan diri saya sendiri. Pelajaran itu, meurut saya, adalah pelajaran yang lebih berharga. Tidak diajarkan di kampus manapun, fakultas manapun, jurusan apapun. Tidak ada ujian tulis, tugas, ujian lisan. Tidak berstandar pada SKS. Tidak ada kata mengulang. Namun, itu lah modal yang paling besar, yang hasilnya akan saya dapatkan nanti. Setelah lulus dari institusi ini, setelah saya tidak di Jatinango rlagi, setelah saya bergelar S. IP.

Tadi malam, saya dinner berempat dengan sahabat terbaik saya, Anggi (ibu manager yang selalu bilang bahwa jangan hadi terlalu perasa kalo mau dapet pacar), Gheo (fotografer penyalur bakat narsis melalui DSLR-nya, juga tempat bertanya masalah IT), dan Nabila (duh, de!! Kapan hoby meninggalkan barang sembarangan itu akan hilang…). Sebenarnya sih ini another ritual of us, having dinner together. Dan kita tidak dalam formasi lengkap. Tapi entah kenapa, pulang dari sana, dan hingga sekarang, saya merasa melankolis-dramatis-romatis gitu deh… Ternyata penyebabnya adalah kata-kata Nabil tadi malam, “Kita udah setahunan nih kaya gini…”. Yang maksudnya, kita udah setahunan, atau mungkin lebih, menginggat tidak tahu kapan tanggal persisinya, manjadi teman, sahabat, tempat curhat, tempat nangis, and-tell-me-another-name…

Kalo dipikir-pikir, bener juga ya… Setahun lebih, itu sama saja dengan umur kehidupan saya di kampus. Dan ternyata lagi, belum pernah selama 19 tahun saya hidup, saya terikat secara emosional secara mendalam, dengan orang yang bukan keluarga. Pacaran aja belum. Jadinya inilah rekor kehidupan hubungan saya dengan orang lain yang terlama. Emang sih, ada teman-teman saya di sekolah dulu, tapi percayalah, belum pernah saya merasa sangat terhubung secara emosional dengan orang lain seperti sekarang ini. As I can know what inside their heart, and they know what happen to me. Mungkin ini juga disebabkan oleh karena intensifnya kita ketemu, tapi itu menjadi tidak terlalu menggagu pikiran saya…

Satu tahun lebih, lho. Dan kita udah ngejalanin, dan ngalamin macem-macem bareng-bareng. Senanngya, susahnya, dramatisnya, betenya, nangisnya, sedihnya, semuanya. Pernah ada yang bilang bahwa dalam konsep persahabatan, konflik akan selalu ada. Well, saya percaya itu, pernah mengalaminya, dan mlewatinya, Tapi ketika masalah itu datang, entah kenapa, naluri sahabat saya sering bilang, “Hey, ini cuma sebuah versi lain kok dari pengekspresian kata ‘Peduli’ dan ‘Sayang’”. Dan dengan itu pula saya akan kembali pada mereka.

Satu tahun lebih, and I expect more. Entah sampai kapan. Mungkin sampai nanti saya udah punya David Jr, yang mana harus nunggu ya, secara saya mungkin akan jadi yang terakhir, atau nanti David Jr nya udah punya David Super Jr. Yang pasti, saya ga mau ini berakhir. Banyak yang udah kita laluin. Dan saya yakin yang akan datang pun bakal kita hadapin…

Terima kasih untuk menjadikan David yang sekarang ini, melalui sebuah proses yang sangat edukatif. Terima kasih untuk menjadi tempat curhat, tempat marah, dan tempat nangis, ketika saya menjadi sangat melankolis. Terima kasih untuk persahabatan ini… I do really LOVE you guys, and girls. Hope we have another years.. Until death do us part…




David..


This entry is a tribute to Anggia Utami Dewi, Iffa Latifa Zulfa, Nabila Nuruljah, R. Khairul Rahman, Gheo Eraldika, Khairunisa, Bima Prawira Utama, Muhammad Haekal, Fransiska Ardie Yanti...... Dan lainnya kalo belum disebut.. Bukan maksud, but I start to cry when I type it...

Wednesday, December 17, 2008

I'm On My Deadline...

... to Regionalism Task... The deadline is today, at 3 P.M, the lecturer want a paper, we only have some pages...

C'mon fellas, we have something to worry about...

Sunday, December 14, 2008

Hey, I Have Class In The Morning...

... but I can not sleep tonight.

I've a strong coffee this afternoon, and suddenly I realize coffee will make me stay up at night. I've class in 10. I've 2 final task, that I never touched. And I messed up...

... suddenly I want to have a girlfriend...

... Is It The Time ??? Or is it the moment when the melancholic slash romantic side of me just show up ???

Only God knows, and I believe God will give me the answer...


NB : Actually, I want to write about Symphonesia and my trip to Riau, but I'm kind of tired..

Monday, November 17, 2008

Ge Je di Kamar Kosan Membuat Saya...

... menghasilkan ide baru untuk menuliskan New Year's Resolution (atau haruskah kali ini Revolution!) di sebuah file di komputer saya mulai hari ini. Posting itu akan saya publish pada saat tahun baru. Selama ini saya hanya memendamnya saja, hingga akhirnya tidak ada yang terealisasi. Dengan (akan) dipublishnya posting itu, saya harap saya punya sesuatu untuk memacu diri saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan. So, I'll keep writing then. Hope this year will not be same as past years, when Resolution just be Resolution.

Bulan Ini Akan Jadi Bulan Paling Sibuk Buat Saya...

... karena bulan ini saya sibuk banget (heh!). Intinya, maaf buat semua yang terbengkalai, semua janji yang tak tertepati, semua kegiatan yang harus dipengding, dan sebuah minpi yang harus dikubur dalam-dalam (lebay mode ON noh).

Saya adalah tipe orang yang suka banget sibuk. Ikut kegiatan inilah, kegiatan itulah. Ikut klub inilah, ikut klub itulah. Padahal, rutinitas saya aja bisa dikatakan udah menyita waktu. Kuliah ternyata gak sebebas yang dikira ya. Saya masih harus datang ke kelas setiap hari, dengan pengecualian Selasa karena saya ga ada kelas, dan Rabu karena saya kuliah FULL satu hari, yang akhirnya saya itung dua hari. Hehehe. Belum lagi tugas yang bejibun. Waduh, kadang-kadang pengen teriak sekencang-kencangnya kalo udah ngomongin tugas. Belum lagi ujian, yang membuat saya harus putar otak, stresss abis!.

Nah, ga tau kenapa, saya itu tipe orang yang gampang ngambil kerjaan. Ditawarin panitia ini, hayu... Ditawarin jadi divisi anu, okeee... Ditawarin aktif di sini, ga masalah. Intinya, selama kerjaan saya itu bisa saya handle, waktu-tenaga-dan-terkadang-uang ga jadi masalah. Sampai saya sadar sesuatu...

... bahwa ternyata November 2008 akan jadi bulan paling melelahkan tahun ini. Saya baru selesai di RENVILLE 2008 (OSpek JURusan saya) bulan lalu. Di kegiatan itu, saya dipercaya untuk gabung di divisi Acara. Selesai RENVILLE, menggilalah saya di SYMPHONESIA. Ga tanggung-tanggung, di sini saya masuk di Divisi Konser. Mulai dari bulan lalu, saya double job. Ngurus RENVILLE dan SYMPHONESIA. Di Sympho, saya jadi penghubungn Artis Utama dengan kita. Telfon sana telfon sini, rapat progress report, hingga harus meeting di Jakarta. Alhamdulillah, Maliq & d'esssentials, salah satu artis yang menjadi tanggung jawab saya di Sympho, bersedia untuk tampil sebagai Main Artist di 29 November 2008.

Nah, jalan untuk menghadirkan Maliq itu yang berliku. Tengah bulan ini saya disibukkan dengan UTS. Di mana pada saat itu pula urusan dengan artis lagi intens-intensnya. Jadilah, terkadang, saya lari sana lari sini. Atur jadwal semepet mungkin. Yang pastinya, temen-temen saya udah bilang, "Vid, lo sumpah ya, ....". Hehehehe... Untungnya Sympho berakhir akhir bulan ini, hingga saya menyadari bahwa...

... tanggal 30 November saya terbang ke Riau. PNMHII XX telah menanti, dan saya adalah salah satu delegasi UNPAD. Satu minggu di Riau akan saya anggap sebagai kerja dan liburan. Karena gossipnya, kita bakal ke Pulau Bintan, tadinya sih pemgen extend ke Batam, atau ke Singapura sekalian, hingga saya ingat bahwa ...

... tanggal 8 Desember itu Idul Adha, dan saya harus pulang ke Pekalongan. Secara ya, saya baru dapet flight pulang Pekanbaru-Jakarta itu tanggal 7 Desember, jadinya saya pake flight ke Semarang sesudah itu, libur deh saya. Ternyata,....

... kemungkinan minggu depannya ada seleksi IVED....


ARRRRRRGGGGGHHHHHH!!!!


David,
yang-pengen-banget-liburan-yang-LIBURAN..

Sunday, November 16, 2008

Promosi Nih....

Karena saya adalah stage manager untuk Konser Kebudayaan SYMPHONESIA, 29 November 2008, Sasana Budaya Ganesa Bandung...

Datang ya...